Jokowi Setujui Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir, Ma’ruf Amin: Sisi Kemanusiaan Pemimpin Negara


SURATKABAR.ID – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin buka suara menyoal langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menyetujui pembebasan Abu Bakar Ba’asyir. Ia mengapresiasi langkah Presiden Jokowi (Jokowi) yang menurutnya sangat memperhatikan orang tua.

Ditemui di Pondok Pesantren Nur Antika Kampung Kadu, Desa Pete, Tigarasa, Kabupaten Tangerang, Ma’ruf Amin mengatakan Jokowi ingin merawat Abu Bakar Ba’asyir setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, dilansir dari laman Tempo.co.

“Saya mengapresiasi Pak Jokowi. Visi kemanusiaan beliau tinggi sekali. Memperhatikan orang yang sudah tua. Pak Jokowi ingin merawat Ba’asyir. Sisi kemanusiaan yang diperlihatkan seorang pemimpin negara,” tutur Ma’ruf Amin, Jumat (18/1) kemarin.

Penasihat hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra, seperti yang diberitakan sebelumnya, mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menyetujui pembebasan terpidana kasus terorisme Ustaz Abu Bakar Ba’asyir.

Abu Bakar Ba’asyir dijatuhi vonis hukuman penjara selama 15 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada tahun 2011 silam.

Baca Juga: Curhat Via Surat Jelang Kebebasan, Ahok Tuliskan Permintaan Maaf. Untuk Apa?

Pemimpin sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah itu terbukti secara sah serta meyakinkan mempengaruhi orang lain di dalam penggunaan dana untuk kemudian melancarkan aksi pidana terorisme.

Terkait rencana kebebasan Abu Bakar Ba’asyir juga telah sampai ke telinga sang putra Abdurrochim. Ia lantas menyebut bahwa pihak keluarga akan segera menyelesaikan proses administrasi agar dapat membawa pulang pengasuh pesantren Al Mukmin Ngruki tersebut ke kampung halamannya di Solo.

Yusril Ihza mahendra mengungkapkan, mengenai kondisi kesehatan Abu Bakar Ba’asyir diketahui semakin menurun. Salah satu di antaranya adalah dapat terlihat dari kondisi kaki Abu Bakar Ba’asyir yang membengkak. Akibatnya, Abu Bakar Ba’asyir pun harus dibantu tongkat saat berjalan.

Lebih lanjut, Yusril mengatakan, soal pembebasan Abu Bakar Ba’asyir ini benar-benar merupakan pembebasan murni dan tanpa syarat. Ia menegaskan selama Abu Bakar Ba’asyir menghirup udara kebebasan tidak akan ada pengamanan-pengamanan khusus dari pemerintah.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]