Jasad Siswi SMA yang Tewas Usai Jatuh dari Jembatan Ampera Gemparkan Warga, Bapak Kos Bongkar Fakta Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) 10 Palembang yang diketahui bernama EY, diketemukan dalam kondisi tak bernyawa. Tubuhnya terapung di perairan Sungai Musi, lebih tepatnya di bawah Dermaga PT Pusri kawasan 1 Ilir Kecamatan IT II Palembang, pada Kamis (10/1) pagi.

Dilansir dari laman Tribunnews.com pada Jumat (11/1/2019), Kasubbid Patwal Airud Polresta Palembang Ipda Zaelani mengungkapkan, saksi yang menemukan jenazah EY adalah seorang nelayan. Ia ketika itu tengah mencari ikan di 1 Ilir Sungai Musi.

Ketika mendapati sesosok tubuh tak bernyawa, nelayan tersebut bergegas melaporkan penemuannya ke Posmat TNI AL 1 Ilir Palembang. “Penemuan mayat sekitar pukul 08.30, dan langsung dilaporkan ke Polsek Ilir Timur dan Pos Airud Boom Baru,” jelas Zaelani.

Usai dilakukan evakuasi, jenazah EY langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangara Palembang untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. Jenazah EY sudah selesai divisum di ruang forensik RS Bhayangkara Palembang pada Kamis (10/1) lalu.

Sebelum diketemukan tewas tenggelam di Sungai Musi, usut punya usut, rupanya EY sempat meninggalkan surat yang berisi curahan hatinya. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Mauladi (55), pemilik kontrakan tempat korban kos.

Baca Juga: Pasang Listrik di Sawahnya untuk Jebak Hama Tikus, Sang Pemilik Dibuat Syok Saat Datang Pagi-Pagi

Mauladi mengatakan dirinya menemukan dua surat yang ditulis korban. Salah satu surat ditemukannya di dalam tempat sampah di depan kontrakan. Sementara surat lainnya ia ketahui dititipkan EY kepada tetangga.

“Isi suratnya saya kurang mengerti karena ditulis dengan menggunakan bahasa daerah Komering. Tapia da yang saya pahami isinya, ‘Aku dak tahan lagi’, itu saja yang saya ngerti,” tutur Mauladi ketika ditemui di depan ruang forensik RS Bhayangkara, pada Kamis (10/1).

Lebih lanjut, Mauladi juga mengatakan bahwa korban memang pergi ke Jembatan Ampera pada Selasa (8/1) lalu. Pasalnya, seorang tetangga dimintai tolong oleh korban untuk mengantar ke wilayah Lorong Kolam.

Namun begitu tiba di Lorong Kolam, EY malah memesan taksi online untuk kemudian pergi ke Jembatan Ampera. “Nah, dari situ saya sudah tidak tahu lagi bagaimana ceritanya,” tutur Mauladi yang mengaku baru mengetahui kabar EY setelah mendengar kabar penemuan jenazah siswi SMA di Sungai Musi.

Ayah EY, Robinson (36), mengungkapkan bahwa dari hasil visum terhadap putrinya tak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Kata dokter tidak ada tanda-tanda kekerasan. Jadi semuanya sudah jelas. Karena itu EY akan segera kami kuburkan,” tutur pria tersebut.

Robinson mengaku pihak keluarga saat ini sudah mengikhlaskan kepergian EY untuk selama-lamanya. Jenazah korban diketahui dibawa ke Desa Bumi Genap Muara Dua Oku Selatan untuk selanjutnya dimakamkan.