Heboh Jokowi Resmikan Patung Yesus, PKB: Emang Kenapa Adakah yang Salah?


SURATKABAR.ID – Istana mengeluarkan pernyataan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum jadi meresmikan Patung Yesus Memberkati di Toraja. Alasannya, pengerjaan fasilitas di sekitaran patung tersebut dianggap belum selesai.

Hal tersebut, seperti yang dilansir dari laman Detik.com pada Jumat (28/12/2018), sebagai tanggapan Istana untuk meluruskan isu yang viral di media sosial. Mulai dari Facebook, Twitter, dan grup WhatsApp. Dalam sebuah postingan Jokowi disebut sudah meresmikan Patung Yesus Memberkati.

Selain Istana, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga memberikan tanggapan tegas. Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan Jokowi apabila benar-benar meresmikan patung tersebut.

“Emang kenapa kalo Pak Jokowi meresmikannya? Adakah yang salah? Kita harus jalan terus. Negara tidak boleh kalah oleh sikap-sikap intoleran,” tutur Abdul Kadir Karding dengan tegas ketika dimintai konfirmasi pada Jumat (28/12).

Media sosial sebelumnya dihebohkan dengan sebuah foto menyerupai plakat prasasti yang bertuliskan soal peresmian Patung Tesus Memberkati oleh Jokowi. Sang pengunggah foto mempertanyakan mengapa hal tersebut harus ditutup-tutupi. Padahal kenyataannya peresmian memang belum dilakukan.

Baca Juga: Jokowi: Kalau Ulama yang Kena Kasus Hukum Jangan Ditarik-Tarik ke Saya

“Polemik soal peresmian patung  Yesus di Toraja yang belum diresmikan oleh presiden sengaja digoreng dan di-framing bahwa Jokowi meresmikan patung Yesus,” imbuh anggota DPR dari Fraksi PKB tersebut lebih lanjut.

Dan meskipun Jokowi benar meresmikan patung tersebut, menurut Karding, sama sekali tidak ada yang salah mengenai hal itu. Ia menegaskan bahwa isu-isu seperti itulah yang harus dijadikan sebagai pembelajaran, terutama dalam hal toleransi.

“Bagi saya, kasus ini alarm bahwa negara, bangsa yang majemuk dan plural ini sedang terancam dan sudah akut. Bayangkan seorang kepala negara, presiden, dipersoalkan untuk sekedar meresmikan simbol kebanggaan masyarakat Nasrani yang memang di sana mayoritas, pemeluk agama Nasrani.

“Yang tidak boleh, dalam negara bhinneka ini adalah turut serta beribadah pada agama yang bukan agama kita,” tegas politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Ia lantas mengingatkan kepada seluruh umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan saling tolong menolong antar sesama. Apalagi Indonesia dikenal luas sebagai negara yang penuh dengan tenggang rasa.

“Menghormati, menghargai, saling menolong sesama pemeluk agama yang ada di Indonesia adalah kewajiban kemanusiaan dan kewajiban kebangsaan. Bahkan kewajiban konstitusi kita,” ujar Karding dengan tegas.

Sebelumnya, pihak Istana mengeluarkan penjelasan terkait foto-foto Jokowi meresmikan Patung Yesus Memberkati yang tersebar di media sosial. Selain foto plakat dengan tulisan ‘Jokowi meresmikan Patung Yesus Memberkati, ada juga foto-foto Jokowi ketika berada di Makale, Toraja, Sulawesi Selatan.

Jokowi sendiri memang melakukan lawatan ke Toraja Minggu (23/12) lalu. Ia diminta Pemerintah Daerah Tana Toraha untuk meresmikan Patung Yesus Kristus. Akan tetapi permintaan itu belum dipenuhi. Pasalnya, bangunan yang berkaitan dengan patung belum rampung sepenuhnya.

“Sekretariat Presiden belum dapat memenuhi permohonan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kepada Presiden untuk meresmikan Kawasan Destinasi Wisata Religi Patung Yesus Kristus di Tana Toraja. Karena hingga hari H-1 pukul 17.00, bangunan utama dan fasilitas pendukung pada kawasan sekitarnya belum tuntas 100 persen fisiknya,” ungkap Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Istana Kepresidenan Bey Machmudin.