Gelar Aksi Damai Bela Uighur, Massa Serentak Teriakkan ‘2019 Ganti Presiden’


SURATKABAR.ID – Ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar China di Jakarta sebagai bentuk pembelaan terhadap etnis minoritas Uighur pada Jumat (21/12). Ada sesuatu yang langsung menarik perhatian.

Lieus Sungkharisma, salah seorang tokoh yang mengikuti aksi damai tersebut, seperti yang diwartakan CNNIndonesia.com pada Jumat (21/12/2018), mendesak pemerintah untuk dengan tegas mengambil sikap terhadap Pemerintah China.

Lieus yang merupakan anggota dari Komunitas Tionghoa Anti-Korupsi menilai bahwa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu loyo ketika harus berhadapan dengan Presiden Xi Jinping terkait isu Uighur. Hal tersebut diduga lantaran ketergantungan ekonomi Jakarta kepada Beijing.

“Harusnya yang protes seperti ini adalah presiden, bukan kita. Rakyat Indonesia tidak takut diboikot ekonomi atau apa pun,” ujar warga Indonesia keturunan China tersebut. “Yang di Istana harus cepat bergerak jangan nunggu rakyat turun ke jalan dulu. Kalau begini sih, tahun 2019?”

“Ganti presiden!” seru massa serempak menjawab Lieus yang berorasi dalam demo tersebut.

Baca Juga: Pedas! Salahkan Jokowi, Fadli Zon Sebut RI Peliharaan China

Seruan tersebut berulang kali menggema ketika beberapa orator lain menyuarakan kritikan terhadap pemerintah dan menanyakan massa tentang apa yang akan terjadi pada 2019 apabila pemerintah ngotot tetap tutup mata soal masalah Uighur.

Aksi damai ini awalnya digelar untuk menunjukkan solidaritas rakyat Indonesia, terutama umat Muslim, terhadap etnis minoritas Uighur yang diduga mengalami persekusi di Xianjiang, China. Demo berlangsung setelah salat Jumat.

Setidaknya, disebutkah ada ribuan individu yang berasal dari berbagai macam organisasi kemanusiaan dan komunitas Muslim yang mengikuti aksi damai tersebut. Isu politik tak luput dari agenda unjuk rasa  yang sebagian pesertanya terlihat merupakan kelompok-kelompok dari Aksi Damai 212.

Hal tersebut terlihat dengan jelas dari begitu banyaknya massa yang menyanyikan yel-yel Aksi Bela Islam 212. Sejumlah tokoh Alumni 212, seperti Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis, aktivis kemanusiaan Neno Warisman terlihat hadir dalam aksi damai.

Turut hadir juga Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Bachtiar Nasir, Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma’arif, dan Ketua GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]