Di Balik Dandanan ala Pantomim Fadli-Dhani dkk untuk ‘Tangan Besi’, Rupanya Ada Makna Tersembunyi Ini


SURATKABAR.ID – Lagu ‘Tangan Besi’ ciptaan Wakin Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kini dibuatkan video klipnya. Dan dalam prosesnya, Fadli beserta rekan-rekan politiknya sama-sama berdandan ala pantomim. Tak disangka ada makna tersembunyi di balik dandanan tersebut.

Makeup putih pantomim itu menggambarkan masyarakat atau rakyat yang hopeless. Tertekan dan bahkan menangis karena diintimidasi dan adu domba penguasa,” jelas Fadli Zon ketika dimintai konfirmasi pada Kamis (20/12), seperti yang dikutip dari laman Detik.com.

Adapun proses pembuatan klim ‘Tangan Besi’ tersebut diunggah Fadli melalui akun media sosial Twitter resmi miliknya, @fadlizon. Dalam postingannya, Fadli berpose bersama Ahmad Dhani, Fauzi Baadila, Sang Alang, Derry Sulaiman, hingga Neno Warisman.

Tampak Fadli cs dalam foto-foto yang diunggahnya tersebut, terkecuali Ustaz Derry, berdandan ala pantomim dengan wajah berwarna putih lengkap dengan mimik yang mengekspresikan keputusasaan dan kesedihan.

Fadli lebih lanjut memberikan penjelasan terkait pemilihan makeup pantomim yang mereka pilih dalam pengambilan video klip lagu ciptaannya. Wakil Ketua DPR tersebut mengungkapkan bahwa video itu sebagai gambaran dari masyarakat yang menurutnya terintimidasi.

Baca Juga: Menyoal Penahanan Bahar bin Smith, Fadli Zon Sebut Bukti Kezaliman yang Mengancam Demokrasi

“Kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul yang dijamin konstitusi dan UU ditindas oleh penguasa. Jadi kami tak mewakili diri kami, tapi masyarakat yang terintimidasi, orang-orang yang dipersekusi, dikriminalisasi. Makanya dalam makeup putih tersebut ada air mata hitam,” jelasnya.

Memang terlihat ada titik-titik berwarna hitam yang mirip seperti air mata pada dandanan ala pantomim yang menutupi wajah Fadli dan kawan-kawan. Sementara itu, mengenai isi lagu ‘Tangan Besi’ gubahan Fadli, di bawah ini lirik lengkapnya:

Kini kau tak malu lagi topengmu kian terbuka. Menampakkan wajah sebenarnya disaksikan ratusan juta mata

Kau adalah penguasa durjana menindas segala cara. Kau tak segan, tak segan lagi memberangus diskusi

Memperbanyak persekusi, membegal demokrasi. Kau tak segan, tak segan lagi memaki sambil main hakim sendiri

Memperalat aparat keparat merusak hak berpendapat. Menginjak hukum menghujat daulat rakyat

Kau tebar intimidasi di mana-dimana. Adu domba anak bangsa, kau sang tirani

Keadilan kini kian mati kau tangan besi. Tapi jangan pernah kau mimpi harga diri tak bisa dibeli

Suara kebenaran tak mungkin dibungkam. Ketakutan menumpuk sekam terpercik bara menjadi, menjadi api perlawanan

Takkan padam sampai kau tumbang dihantam badai gelombang. Diiringi takbir, takbir berkumandang

Allahuakbar, Allahuakbar, Allah Maha Besar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allah Maha Besar, alunan Indonesia Raya terus berkibar

Allahuakbar, Allahuakbar, Allah Maha Besar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allah Maha Besar.