Meninggal di Usia 21 Tahun, Sejumlah Kejanggalan Selimuti Kematian Adik Emil Dardak


SURATKABAR.ID – Adik Emil Elestianto Dardak, Eril Arioristanto Dardak meninggal dunia pada Rabu (12/12) kemarin. Berpulang di usianya yang baru 21 tahun, ada sederet fakta aneh di balik kematian adik ipar mantan aktris Indonesia Arumi Bachsin.

Kabar duka tersebut, seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com pada Kamis (13/12/2018), disampaikan secara langsung oleh Bendahara DWP Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur Agus Maimun saat dimintai konfirmasi di Surabaya.

“Benar, kami baru saja mendapat informasi demikian. Kami menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Keluarga besar PAN menyampaikan bela sungkawa,” tutur Agus Maimun ketika dimintai konfirmasi berita tersebut, Rabu (12/12) kemarin.

Eril Dardak, menurut kabar yang diberikan salah seorang kerabat, akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. “Dimakamkan di TPU Tanah Kusir pukul 13.00 (WIB). Jam satu, ya,” ujar kerabat almarhum ditemui di rumah duka, Rabu (12/12) malam.

Wajah Ditutupi Plastik

Menurut infomasi dari Tribunnews.com, Eril Dardak ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya yang terletak di kawasan Dago, Kota Bandung. Saat ditemukan, adik Bupati Trenggalek tersebut tergeletak di lantai dengan wajah ditutupi plastik.

Baca Juga: Hiii Merinding! Longsor Batubulan Tewaskan 4 Orang, Warga Sebut Makhluk Raksasa Berjaga di Lokasi

Kepala satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung AKBP M Rifai membenarkan keberadaan plastik yang menutupi wajah Eril Dardak. “Iya, ada plastik (menutupi wajahnya),” ujarnya ketika dihubungi pada Rabu (12/12).

Namun demikian, berdasarkan hasil olah TKP, jelas Rifai, plastik yang menutupi wajah Eril Dardak tersebut dalam keadaan terbuka. “Tapi, plastik itu tidak bisa dikatakan membekap karena itu terbuka. Tidak terkunci, enggak tahu dia lagi apa. Plastik dipasang begitu saja,” jelasnya lebih lanjut.

Tidak Ada Tanda Kekerasan

Meski ditemukan meninggal dengan wajah ditutupi plastik, namun polisi memastikan tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Tadi dilakukan visum luar, kita tak temukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas Rifai.

Kamar Kos Terkunci dari Dalam

Fakta tidak adanya kekerasan didukung dengan kondisi kamar kos Eril. Menurut polisi, ketika kejadian pintu kamar kosnya dalam kondisi terkunci dari dalam. “Di belakang tidak ada akses orang masuk karena dia di lantai tiga. Enggak ada akses untuk meloncat karena tinggi. Tapi kami akan dalami lagi,” tutur Rifai.

Ungkapan Penyesalan Emil Dardak

Emil Dardak mengaku sangat menyesal atas kepergian sang adik secara tiba-tiba tersebut. Ia menuliskan ucapan duka melalui akun media sosial Instagram pada Kamis (13/12). Dalam unggahannya, Emil mengungkapkan bahwa Eril kerap membantunya.

My beloved little brother looking good. I am grateful of your big help for me, but I haven’t had a chance to say it to you. I am so proud of you. I love you so much,” demikian bunyi penyesalan mendalam yang dirasakan Emil atas kematian sang adik.

Eril Ditemukan Tengah Nonton YouTube

Pada saat ditemukan meninggal, polisi mendapati ponsel Erik sedang menutar video di YouTube. Lantaran hal tersebut, muncul dugaan jika Eril tengah menonton YouTube sebelum akhirnya ditemukan tewas. “Korban sudah tergeletak di situ, dia lagi nonton YouTube tentang oksigen,” Rifai menjelaskan.

Keluarga Tolak Autopsi

Hingga berita diturunkan, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian Eril. Pasalnya pihak keluarga menolah proses autopsi dilakukan. “Jadi saya tak bisa katakan dia bunuhdiri ataudibunuh orang. Karena kalau dibunuhpasti ada tanda-tanda melawan atau apa.

“Ini di TKP tidak ada tanda kekerasan. divisum untuk mengetahui penyebab kematian kan harus autopsi. Kami kesulitan karena orangtua tidak izinkan,” jelas Rifai. “Akan ditindaklanjuti dengan menggali keterangan dari teman, organisasi atau kisaran lain,” pungkasnya.