Terbang Sangat Rendah, Pesawat Sambar Kepala Polisi Hingga Sobek 17 Jahitan


SURATKABAR.IDPada Sabtu (01/12/2018), sebuah insiden kecelakaan terjadi di Bandara Aminggaru Omukia, Kabupaten Puncak, Papua. Sayap dari pesawat pengangkut BBM bersubsidi, Pelita Air seri C-GNWU telah menyambar kepala seorang anggota kepolisian. Akibatnya polisi yang bersangkutan yang diketahui bernama Brigadir Polisi (Brigpol) Jackson Ferdinandus tersebut mengalami luka serius dan harus dievakuasi ke Kabupaten Mimika.

Seperti dikutip dari reportase Viva.co.id, Senin (03/12/2018), Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menuturkan, pesawat menyambar bagian kepala tubuh polisi karena pesawat sedang terbang rendah.

“Pesawat terbang rendah saat menyambar kepala anggota Polisi yang sedang melakukan pengamanan BBM di Bandara,” ungkap Kamal.

Kronologi

Cerita berawal saat Sabtu (01/12/2018) pagi, Brigpol Jackson Ferdinandus bersama seniornya Aipda Irwan mengamankan pemindahan 2.000 liter BBM bersubsidi dari pesawat Pelita Air seri C-GNWU ke truk di Bandara Aminggaru Omukia, Kabupaten Puncak, Papua. Mereka melaksanakan pengamanan pemindahan BBM dari pesawat ke truk pengangkut BBM.

Pesawat take off setelah mereka selesai melaksanakan pengamanan pemindahan BBM dari pesawat ke truk pengangkut BBM. Pesawat yang dipiloti Matthew Michael Garnet (53) itu lantas take off meninggalkan landasan bandara, demikian melansir TribunNews.com. Tak lama berselang, pesawat itu kembali ke arah landasan dan bermanuver ke kanan untuk menghindari truk pengangkut BBM dengan ketinggian hanya sekitar 1-2 meter.

Baca juga: Tangkap 539 Demonstran Aksi Damai Papua, Inikah Rasisme ala Jokowi?

“Pesawat telah take off meninggalkan landasan bandara. Akan tetapi pesawat tersebut tiba-tiba mengarah kembali ke arah landasan dan melakukan manuver dengan cara terbang rendah kira-kira 2 Meter dari landasan bandara,” imbuh Kamal pada Minggu (02/12/2018).

Saat pilot pesawat Matthew Michael Garnet (53) mencoba untuk menaikkan pesawat sambil membelok ke kanan, sayap kanan pesawat malah mengenai kepala korban. Akibatnya, kepala bagian atas korban mengalami luka sobek.

“Saat itu juga  dibawa ke puskesmas Ilaga untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena luka yang yang cukup serius kemudian di evakuasi ke RSMM Caritas Kabupaten Mimika guna mendapatkan perawatan lebih lanjut,” cetus Kamal.

Sedangkan untuk pilot yang merupakan WNA asal Amerika Serikat untuk saat ini masih menjalani pemeriksaan. Ia dilarang untuk meninggalkan Kabupaten Mimika selama dalam pemeriksaan.

Pihak Airnav dan Dinas Perhubungan di Bandara Aminggaru sebenarnya telah memberitahukan kepada semua pihak maskapai agar membuka operasional penerbangan di Bandara Aminggaru pada pukul 07.00 WIT.

Akan tetapi pesawat Pelita Air telah landing di Bandara Aminggaru pukul 06.15 WIT dan take off dari Bandara Aminggaru pukul 06.41 WIT dan tanpa sepengetahuan dari pihak Airnav maupun perhubungan Bandara Aminggaru Kabupaten Puncak.

Akibat Kelalaian Pilot

Menurut Kamal, pilot Pelita Air dalam penyidikan Polri dan menjerat dengan Pasal 359 KUHP lantaran kelalaiannya.

Pihak Pelita Air sudah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan. Pelita Air juga akan memberikan keterangan resmi pada hari ini, Senin (03/12/2018).

Berdasarkan laporan Kompas.com, korban kini menjalani perawatan di kamar 102 bangsal Yoseph, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RMMM) Caritas Timika, Papua.

“Kemungkinan pilot mau melakukan akrobat untuk menghibur masyarakat. Pesawat masuk kembali ke runway lalu bermanuver ke kanan untuk menghindari truk pengangkut BBM, kemudian mengenai saya karena pesawat itu sudah sangat rendah hanya beberapa centimeter dari landasan,” papar Jackson saat ditemui di RS dalam perawatannya.

Diketahui, Jackson sudah 3 tahun bertugas sebagai polisi di Polsek Ilaga. Ia sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas setempat, namun karena luka yang dialaminya cukup serius sehingga harus dirujuk ke RSMM Caritas di Timika.

Jackson pun harus nendapat 17 jahitan di bagian kepala. Beruntung, hasil rontgen menunjukan tengkorak kepala tidak mengalami keretakan. Kendati begitu, Jackson mengaku masih pusing. Bahkan, untuk ke kamar mandi sendiri pun dirinya tak sanggup.

Jackson pun akan diterbangkan ke Jakarta untuk mendapat perawatan lanjutan di rumah sakit Polri. Namun, masih menunggu hasil pemeriksaan dokter bedah.

“Rencananya saya akan dirujuk ke Jakarta hari Selasa,” tambah Jackson.