Terkait Kasus Habib Bahar Smith, Yusril Minta Jokowi Tak Ikut-Ikutan Melapor


    SURATKABAR.ID – Kuasa hukum pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menyarankan Jokowi untuk tak ikut melaporkan Habib Bahar bin Smith terkait kasus dugaan hate speech atau ujaran kebencian.

    Diwartakan oleh CNNIndonesia.com pada Jumat (30/11/2018), Presiden Jokowi sendiri belum memberikan tanggapan terkait kasus Habib Smith. Sementara Yusril mengaku belum mendapat permintaan nasihat hukum dari capres nomor urut 01 tersebut.

    “Kalau beliau tanya, saya akan beri ansihat hukum bahwa tidak semua masalah hukum harus diselesaikan secara hukum. Apalagi konteksnya sebagai paslon. Menempuh langkah persuasive jauh lebih penting,” ujar Yusril, Jumat (30/11).

    Seperti yang diketahui, Habib Bahar bin Smith sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan diri ‘Jokowi Mania’ pada Rabu (28/11) lalu. Pasalnya, Habib Smith diduga telah melakukan penghinaan terhadap simbol negara.

    Laporan tersebut dipicu oleh pernyataan yang dilontarkan Habib Bahar Smith soal Jokowi. Pernyataan tersebut lalu tersebar luas dalam bentuk video di media sosial. Di dalamnya, Habib Smith terdengar menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat.

    Baca Juga: Gara-Gara Video Presiden Banci, ‘Jokowi Mania’ Polisikan Habib Bahar Smith

    Selain itu, dalam video yang berdurasi 1 menit tersebut, habib berambut gondrong itu juga menyebut Jokowi adalah seorang banci dan mengeluarkan seruan untuk membuka celananya demi membuktikan perkataannya.

    Ketua Jokowi Mania, Rahmat mengungkapkan bahwa pernyataan Habib Bahar bin Smith tersebut disampaikan ketika perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di daerah Batu Ceper, Tangerang, Banten, pada Sabtu (17/11) lalu.

    “Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya. Jangan-jangan haid Jokowi itu. Kayaknya banci itu,” demikian seru Habib Smith dalam video yang diunggah ke YouTube pada Selasa (27/11) lalu.

    Yusril menilai, langkah hukum terhadap Habib Smith yang diambil oleh Jokowi Mania bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif lebih sanggup dalam menciptakan perdamaian. “Ambil langkah persuasif dulu, lah. Buat saya hukum itu langkah terakhir,” tutur Yusril.

    [wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]