Karyawan TV Muhammadiyah Dihabisi dengan Cara Kelewat Sadis, Pimpinan Pusat Buka Suara


SURATKABAR.ID – Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti (50) buka suara menanggapi kekejaman terhadap karyawan Stasiun Televisi Muhammadiyah. Menurutnya, oembunuhan terhadap pria pemilik nama asli Abdullah Fithri Seriawan itu dilakukan dengan cara yang kelewat sadis.

Mu’ti, seperti dilansir dari laman Tirto.id pada Senin (19/11/2018), menyebutkan polisi menemukan sejumlah luka terbuka di sekujur tubuh pria yang lebih akrab dipanggil Dufi saat diotopsi. Hal tersbut cukup menjadi bukti kuat terhadap aksi kebiadaban pelaku.

Atas meninggalnya Dufi, imbuh Mu’ti, sangat membuat organisasi Muhammadiyah berduka. “Itu pembunihan yang sangat sadis. Muhammadiyah sangat berduka,” ujar Mu’ti ketika dimintai konfirmasi melalui pesan singkat pada Senin (19/11).

Untuk itu dirinya meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan hingga tuntas serta mencari tahu siapa dalang di balik kasus ini. Ia juga meminta kepada aparat agar meningkatkan keamanan di lokasi terbynuhnya karyawan mereka.

“Akhir-akhir ini banyak terjadi pemvunuhan yang kejam dan tidak berperikemanusiaan,” tuturnya lebih lanjut.

Baca Juga: Bikin Nyesek! Sebelum Hilang 2 Hari Hingga Akhirnya Ditemukan Tewas Mengenaskan, Mantan Jurnalis Ini Sempat…

Tak hanya Pimpinan Pusat Muhammadiyah, desakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tragedi yang menimpa pria berusia 43 tahun tersebut juga turut disuarakan Ikatan Jurnalis UIN (IJU). Mereka meminta kepolisian bersikap profesional dalam menangani kasus ini.

“Kami dari Ikatan Jurnalis UIN mendesak kepolisian agar menangani kasus ini dengan cepat dan profesional,” tutur Sekretaris Jenderal (Sekjen) IJU Sholahuddin Al Ayyubi ketika dihubungi melalui pesan singkat, Senin (19/11) kemarin.

Sebelum dimakamkan di TPU Budi Darma Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara pada Senin (19/11) sekitar pukul 07.30 WIB, jenazah Dufi sudah terlebih dahulu diotopsi. Polisi menemukan sejumlah luka sayatan di beberapa bagian di tubuhnya yang merupakan bekas adanya tindakan kekerasan.

Abdullah Fithri Setiawan atau Dufi sendiri merupakan seorang mantan jurnalis yang pernah mengabdi untuk sejumlah media. Tubuhnya yang sudah dalam kondisi tak bernyawa ditemukan di dalam drum plastik oleh seorang pemulung bernama Santi.

Ketika itu, Minggu (18/11) sekitar pukul 06.00 WIB, Santi tengah mencari sampah di sekitaran lokasi kejadian, di Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia awalnya mengira tong plastik yang dikeruknya berisi sampah. Ia mulai menaruh curiga karena tong tersebut ditutup lakban hitam. Hingga diketahui drum berwarna biru itu berisi jasad Dufi.