Beli Paket Rp 6 Juta Demi Bisa Ikut Pesta Bareng Miyabi, Imigrasi Ngaku Menjalani Operasi Intelijen


SURATKABAR.ID – Kedatangan bintang film dewasa, Maria Ozawa alias Miyabi ke Pulau Bali sempat viral setelah dipanggil oleh pihak imigrasi. Meski sudah meninggalkan Pulau Dewata, namun pemberitaan tentang dirinya masih ramai diperbincangkan.

Insiden yang dialaminya tersebut disebut-sebut menyebabkan beberapa acara bintang film asal Negeri Matahari Terbit ini batal. Petugas Imigrasi Kelas 1 Denpasar diberitakan membuntuti Miyabi dan kedapatan melakukan hal tak pantas di pesta yang dihadiri wanita cantik tersebut.

Terkait pemanggilan Maria Ozawa, Divisi Imigrasi Kemenjum HAM Bali, pada Kamis (8/11), akhirnya mengeluarkan klarifikasi. Pihaknya membenarkan bahwa Miyabi memang sempat menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Denpasar.

Kadiv Imigrasi Agato P.P Simamora yang didampingi Kepala Imigrasi Denpasar Wisnu Hidayat, seperti dilansir dari laman Teras.id, Jumat (9/11/2018), dalam kasus ini pihak imigrasi mengaku tengah melakukan operasi intelijen.

Ia menyebutkan, sudah sejak tiga pekan sebelumnya pihak imigrasi mendapatkan selebaran. Barbie Nouva dan Maria Ozawa disebut terlibat dalam acara yang dibalut sebagai pesta ulang tahun, yakni Tropical Boat Party, Tropical Pirates Boat Party, dan Invitation Tropical Boat Party.

Baca Juga: Nah Lo Ketahuan! Sahabat Maria Ozawa Bongkar Kelakuan Petugas Imigrasi di Pestanya. Ternyata…

Selain itu, disebutkan pula ada beberapa pilihan paket tiket. Mulai dari harga Rp 22 juta yang lengkap dengan aneka fasilitas, termasuk wanita pendamping dan lainnya. Ada juga paket yang dijual dengan harga Rp 6 juta.

Berbekal informasi itu, jelas Agato, petugas imigrasi lantas mencari kebenaran selebaran tersebut. Salah satunya dengan melakukan konfirmasi pada Selasa (6/11). Pihak imigrasi juga sempat membeli paket seharga Rp 6 juta untuk empat orang. Pembayaran dilengkapi nota dan tandatangan Barbie.

Harga tiket, imbuh Agato, sudah termasuk fasilitas berupa satu botol minuman beralkohol, foto bareng Maria Ozawa, dan mengikuti pool party. Ramai diberitakan petugas imigrasi sempat ber-selfie bersama Miyabi, Agato menampik tuduhan tersebut.

“Nah, saat itu memang ada petugas foto dengan Maria Ozawa. Tapi bukan selfie. Tapi kami dikatakan seolah-olah mengarang untuk foto selfie dengan Maria Ozawa,” jelas Agato sembari menjelaskan perbedaan selfie dengan foto bareng.

Dalam rangka operasi intelijen, para petugas Imigrasi Denpasar menyusup ke acara di sebuah villa di Jalan Sekar Tunjung, Kesiman, Denpasar. Mereka kemudian mengambil foto dan video untuk dijadikan sebagai barang bukti. Kegiatan itu pula dilaporkan pada tim pemantau di Kantor Imigrasi Denpasar.

“Terjadi validasi atas kegiatan tersebut. Dilakukan pembagian tugas, dan setelah acara selesai, Maria Ozawa dipanggil ke imigrasi,” jelas Agato. “Kami sangat menolak statement bahwa kami melarikan paspor Maria Ozawa,” tandasnya tegas.

Dalam pemeriksaan terhadap Maria Ozawa, pihak imigrasi sempat mengajukan beberapa pertanyaan. Mulai dari siapa yang mengundangnya ke Indonesia, tujuan, maksud, dan hubungan dirinya dengan Barbie Nouva.

“Kami mendapatkan informasi, Maria Ozawa tidak mengetahui temannya yang bernama Barbie Nouva memungut tiket dalam acara itu. Tidak mengetahui juga perihal tiket beredar di media sosial. Dan Maria Ozawa tidak menerima sepeser pun bayaran,” tuturnya.

Lantaran Maria Ozawa mengantongi visa kunjungan dan berbekal semua pengakuan yang diberikan Maria Ozawa, Kepala Kantor Imigrasi pun melepaskan yang bersangkutan dengan tanpa ada masalah. Pasalnya, dalam hal ini Maria Ozawa tidak terbukti melakukan pelanggaran apa pun.