Biadab! Mabuk Lem, Remaja Nakal Gagahi Bocah 7 Tahun Korban Gempa Palu


SURATKABAR.ID – Seorang remaja 14 tahun berinisial MI melakukan rudapaksa terhadap SH, bocah 7 tahun yang merupakan korban gempa Palu.

SH yang masih duduk di bangku kelas 1 SD, mengungsi ke Makassar bersama kedua orangtuanya. Mereka tinggal sementara di rumah paman SH di kawasan BPS 1 Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Kassubaghumas Polrestabes Makassar AKP Diaritz Felle mengungkapkan, peristiwa bermula ketika SH dan temannya berinisial B berjalan-jalan pada Selasa (16/10/2018) siang. Saat itu, keduanya bertemu MI di tengah jalan.

“Nah, saat itu tersangka memanggil korban dan tersangka ini meminta agar korban mengantarkan tersangka ke rumah keluarganya. Sementara teman korban disuruh pulang oleh tersangka,” tutur Diaritz di Mapolrestabes Makassar, Rabu (17/10/2018), seperti dilansir dari jawapos.com.

Baca juga: Viral Balita Selamat Usai 2 Pekan Terseret Lumpur Pascagempa Palu, Ternyata Begini Fakta Sebenarnya

MI dan SH kemudian berjalan berdua. Namun, di tengah jalan muncul niat keji MI untuk menggagahi SH. MI pun mengajak SH ke belakang sebuah rumah kosong.

“Tiba di situ, tersangka menyuruh korban untuk berbuat. Tapi korban menolak. Tersangka lalu memaksa korban dengan iming-iming akan mengantarkan pulang ke rumah pamannya,” lanjut Diaritz.

Meski SH menolak, MI tetap memaksa dan melancarkan niat busuknya. Setelah itu, MI mengantarkan SH pulang ke rumah pamannya. Sesampainya di rumah, SH langsung memeluk erat sang paman bernama Hendro seraya menangis.

“Korban saat itu menangis dan langsung menceritakan kejadian yang baru saja terjadi. Tidak lama karena tersangka belum begitu jauh dari lokasi, paman korban ini bersama beberapa warga sekitar langsung menangkap tersangka,” imbuh Diaritz,

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Peremuan dan Perlindungan Anak (P3A) Makassar, Tenri A Palallo, menduga tersangka sedang mabuk lem saat melakukan perbuatannya.

“Mungkin dia melakukan perbuatan bejatnya karena dalam pengaruh lem,” tutur Tenri, Rabu (17/10/2018) malam.

Saat ini, selain terus mendampingi SH untuk pemulihan kondisi psikologisnya, polisi juga masih berusaha memeriksa secara mendalam identitas dan asal usul keluarga MI. Sebab, hingga kini belum diketahui secara pasti alamat dan keberadaan keluarga tersangka.