Benarkah Hoax Ratna Sarumpaet Sempat Direncanakan via WA? Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Kasus hoax Ratna Sarumpaet sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu. Pasalnya, ia mengaku lebam-lebam di wajahnya akibat dianiaya oleh tiga orang lelaki tak dikenal.

Namun, tak berselang lama Ratna mengaku bahwa lebam tersebut merupakan akibat dari operasi plastik yang dijalaninya. Kini, kasus tersebut mulai tenggelam karena bermunculan kasus-kasus baru.

Meski begitu, Polri memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut. Segala sesuatunya akan diperiksa secara keseluruhan dan mendalam.

Termasuk soal adanya dugaan percakapan yang dilakukan melalui Whatsapp. Percakapan tersebut diduga membahas mengenai skenario penyebaran kabar penganiayaan Ratna.

“Ada percakapan Whatsapp atau tidak, saya ingatkan bahwa penyidikan mencari bahan keterangan sebanyak mungkin, baik dari medsos, keterangan per orang, dan sebagainya,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Senin (15/10/2018), seperti dilansir dari jawapos.com.

Baca juga: Prabowo Akan Bentuk TGPF Kasus Novel, Jubir: Insha Allah 3 Bulan Masalah Selesai

Menurut Setyo, pihaknya akan menyelidiki kebenaran soal percakapan via Whatsapp tersebut. “Nanti dicek lagi di penyidik karena ini substansi penyidik,” lanjutnya.

Sebelumnya, rumah tahanan (rutan) di Ditkrimum Polda Metro Jaya tempat Ratna ditahan juga diperketat. Salah satunya dengan penambahan sejumlah unit CCTV di sekitar sel Ratna.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, penambahan kamera pengawas tersebut bertujuan untuk melihat siapa saja yang menuju sel Ratna.

“Kami sekarang menambah empat unit CCTV di rutan tersangka Ratna Sarumpaet. Dari situ kami bisa tahu siapa yang menjenguk dan aktivitas apa saja di sana,” terang Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (11/10/2018) lalu.

Tak hanya menambah unit CCTV, menurut Argo pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus dalam menyediakan makanan kepada Ratna. Kepolisian menjaga ketat kesehatan Ratna untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

“Selain penambahan empat unit CCTV, kami juga memberikan security food selama berada di tahanan,” lanjutnya.