Blak-Balakan! Prabowo Akui Sempat Curigai Ratna Sarumpaet Karena Ini


    SURATKABAR.ID – Kebohongan Ratna Sarumpaet atas penganiayaan terhadap dirinya disebut-sebut memberikan dampak buruk bagi citra Prabowo Subianto.

    Pasalnya calon presiden nomor urut 02 tersebut, juga sempat bertindak agar pelaku penganiayaan segera tertangkap. Hingga akhirnya, terkuak bahwa wajah lebam Ratna bukan karena dipukuli, melainkan karena operasi plastik.

    Baru-baru ini, Prabowo pun mengungkapkan kecurigaannya dalam kasus tersebut. Dalam dialog bersama Rosiana Silalahi yang ditayangkan Kompas TV, Jumat (7/10/2018), Prabowo buka-bukaan soal masalah itu.

    Pertama, ia mengaku terkejut dengan kebohongan itu. Ia juga bertanya-tanya apa tujuan Ratna hingga melakukan kebohongan tersebut.

    “Saya percaya masa bisa sih ibu 70 tahun bikin sandiwara seperti ini, apa motivasinya bikin sandiwara seperti ini? Motivasinya apa?” katanya, seperti dilansir tribunnews.com, Senin (8/10/2018).

    Baca juga: Kasus Ratna Tak Kurangi Suara Prabowo, SMRC: Tapi Bikin Sulit Nambah

    Bahkan, soal lebam di wajah Ratna, Prabowo mengaku bahwa ia sempat meminta visum. “Setelah itu saya sudah minta, tolong visum dokternya mana?” lanjutnya.

    Di sisi lain, Prabowo menganggap bahwa kasus ini masih menjadi misteri. Ia menduga, Ratna mengalami tekanan jiwa sehingga melakukan kebohongan itu. “Walaupun kita tidak etis bicara untuk umum,” ujar Prabowo.

    Lebih lanjut, ia pun langsung bertanggung jawab setelah kebohongan Ratna terkuak. Prabowo meminta maaf pada publik atas kebohongan yang meresahkan tersebut.

    “Saya minta maaf ke publik, ya kalau memang mau diusut, silakan diusut. Dalam arti misteri. Saya juga denger cerita-cerita beberapa bulan ini ada 2-3 orang yang selalu datangi beliau, bicara ini bicara itu.  Ya Maklumlah dunia Republik Indonesia sekarang. Penuh misteri,” imbuhnya.

    Kemudian, ketika ditanya soal konferensi pers yang langsung digelar ketika mendengar kabar Ratna dipukuli, Prabowo mengaku bahwa itu merupakan tanggung jawabnya. Sebab, Ratna merupakan anggota tim pemenangannya.

    Prabowo juga mengaku bahwa langkah tersebut diambil karena yang menjadi korban adalah seorang wanita. “Jadi saya ya terus terang saja merasa terpanggil, saya harus membela, orang yang saya anggap dianiaya,” terangnya.

    Sementara itu, soal kebohongan Ratna, Prabowo juga berharap ada penyelidikan mendalam yang menguak penyebabnya.

    “Ya bahwa itu kebohongan, dia mengakui dia minta ampun bukan minta maaf, ya kita harus selidiki, apa yang menyebabkan beliau lakukan sesuatu seperti itu,” tukas Prabowo.