Deretan Kasus Hoax Terfenomenal 2018, Mertua Rio Dewanto Salah Satunya


SURATKABAR.ID – Saat ini, hoax atau pemberitaan palsu kian marak terjadi di Tanah Air. Menurut laman Wikipedia, pemberitaan palsu merupakan informasi yang sesungguhnya tidak benar, namun dibuat seolah-olah benar adanya—dan hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu (pseudoscience), maupun April Mop. Yang menjadi permasalahan, pembuat hoax kerap begitu handal berakting sehingga publik dibuat sulit untuk mengidentifikasi kebenarannya.

Melansir laman Grid.ID, Kamis (04/10/2018), di tahun 2018 ini terdapat deretan kasus hoax yang fenomenal melanda pemberitaan dalam negeri. Salah satunya ialah yang baru saja terjadi: kebohongan mertua Rio Dewanto—Ratna Sarumpaet.

Alhasil, pada hari ini, Kamis (04/10/2018), tagar #hoax pun menjadi trending topic di media sosial Twitter. Selain kasus Ratna Sarumpaet, terdapat juga kasus hoax lain yang tak kalah fenomenal dan menggemparkan warganet Indonesia. Apa saja? Berikut adalah deretan kasus hoax paling fenomenal sepanjang tahun 2018 ini.

  1. Young Lex

Beberapa waktu lalu, rapper Young Lex juga sempat membuat publik gempar dengan postingan wajah lebamnya di Instagram. Dalam postingan tersebut, Young Lex terbaring seolah tak berdaya dengan wajah lebam di bagian pipi, mata dan bibir. Tampak di bagian hidungnya luka sobekan kecil.

Baca juga: Gunakan No Rekening yang Sama Untuk Oplas dan Galang Dana, Netizen Minta Penjelasan Ratna

Namun rupanya lebam di wajah Young Lex tersebut hanya sebuah riasan wajah belaka. Young Lex saat itu sedang iseng nge-prank dan nge-troll warganet dengan menggandeng make-up artist bertangan dingin untuk memoleskan efek bilur dan lebam di wajahnya.

  1. Sel Tahanan Setya Novanto

Saat itu Najwa Sihab dan tim Mata Najwa melakukan sidak di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Najwa mencurigai Setya Novanto berbohong perihal sel tahanan yang ditempatinya.

Kemudian Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly membenarkan bahwa sel tahanan tersebut bukanlah sel yang sebenarnya ditempati Setya Novanto.

Beradarkan informasi, Setya Novanto menempati sel tahanan yang ternyata lebih mewah, sedangkan sel tahanan yang sangat sederhana yang diperlihatkan ke depan publik adalah pemberitaan palsu.

  1. BBM Naik 2018

Pesan hoax harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 2018 akan naik juga sempat viral dan menggegerkan masyarakat. Berita ini menjadi viral karena angka kenaikan BBM mencapai lebih dari 40%.

Kemudian, Juru Bicara PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito, memastikan bahwa pesan berantai yang tersebar melalui aplikasi pesan singkat WhatAapp dan Twitter ini merupakan hoax.

  1. Hoax CPNS

Sudah sejak bulan Juni 2018, beredar kabar mengenai pengadaan seminar nasional mengenai CPNS yang kemudian dibantah oleh pihak BKN dan beberapa instansi pemerintah.

  1. Ratna Sarumpaet

Kasus Ratna ini sedang hangat diperbincangkan masyakarat. Awalnya Ratna Sarumpaet mengaku wajah lebamnya merupakan hasil pengeroyokan yang terjadi di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Namun, ternyata Ratna Sarumpaet habis menjalani sedot lemak.

Sayangnya, sejumlah tokoh dan politisi terkemuka RI sudah terlanjur mempercayainya. Tak hanya mempercayainya, bahkan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sudah terlanjur menyebarkan kabar yang ternyata merupakan kebohongan tersebut.

Bisa Dijerat KUHP

Mengutip laporan Tempo.co, disebutkan bahwa Polri tidak menutup kemungkinan akan menjerat aktivis Ratna Sarumpaet dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) perihal kebohongan atas penganiayaan yang terjadi kepada dirinya.

“Kalau [untuk] Bu Ratna tidak menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, tapi bisa dijerat dengan KUHP,” tandas Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (04/10/2018).

Meski begitu, hingga saat ini, Ratna Sarumpaet masih berstatus sebagai saksi. Ratna akan dimintai keterangan lebih dulu. Selain Ratna, semua pihak yang terlibat akan ikut dipanggil, termasuk keluarga Ratna.

“Semua terkait dengan kasus ini akan dimintai keterangan,” cetus Setyo.

Total 7 Laporan

Diketahui, Polda Metro Jaya dan Badan Reserse Kriminal Polri sudah menerima total tujuh laporan berkenaan dengan dugaan penyebaran berita bohong atau hoax penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Sejumlah politikus pun turut dilaporkan lantaran ikut menyebarkan informasi tersebut di media sosial.

Mereka adalah Fadli Zon, Dahnil Anzar, Prabowo Subianto, Rachel Maryam, Rizal Ramli, Nanik Deyang, Ferdinand Hutahaean, Arief Poyuono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman, Hanum Rais, Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, dan Sandiaga Uno.

Rabu (03/10/2018) kemarin, Ratna Sarumpaet mengungkap kebohongan dirinya berkenaan kasus pengeroyokan yang dialaminya. Kabar penganiayaan itu pun membuat publik menjadi gempar.

“Ternyata saya adalah pencipta hoax terbaik, kebohongan saya telah menghebohkan negeri,” sahut Ratna saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (03/10/2018).

Disebutkan Ratna, cerita penganiayaan yang terjadi ialah bohong belaka. Ia mengaku telah mengarang cerita bohong demi mencari alasan kepada keluarganya karena wajahnya lebam. Untuk menutupi sedot lemak yang dilakukannya bulan lalu, ia  pun mengatakan lebam yang dialaminya adalah akibat dari dipukul beberapa orang.

Pernyataan Lengkap Ratna Sarumpaet

Dalam jumpa pers di kediamannnya di kawasan Kampung Melayu Kecil V, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018), Ratna menyampaikan klarifikasinya. Berikut pernyataan lengkap Ratna, sebagaimana ditukil dari laporan TribunNews.com.

Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran kawan-kawan wartawan.

Pada saat saya merasa telah melakukan kesalahan, kalian tidak menjauh.

Saya mohon apa pun yang saya sampaikan hari ini sesuatu yang berguna yang membuat kegaduhan dalam dua hari terakhir ini mereda dan membuat kita semua bisa saling memaafkan.

Tanggal 21, saya mendatangi rumah sakit khusus bedah, menemui dokter Sidik Mihardja, ahli bedah plastik.

Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi kiri-kanan saya.

Dokter Sidik adalah dokter ahli bedah plastik yang saya percaya, saya sudah tiga-empat kali ke sana.

Tetapi setelah operasi dijalankan pada tanggal 21, tanggal 22 pagi saya bangun saya melihat muka saya lebam-lebam secara berlebihan, atau secara tidak seperti yang saya alami biasanya.

Waktu dokter Sidik visit, saya tanya ini kenapa begini, dia bilang itu biasa.

Intinya begitu, jadi apa yang saya katakan ini akan menyanggah bahwa ada penganiayaan, oke.

Bahwa betul saya ada di dokter Sidik pada hari itu, dan ketika saya dijadwalkan pulang, lebam-lebam di muka saya masih ada, seperti ada kebodohan yang saya enggak pernah bayangkan bisa saya lakukan dalam hidup saya.

Saya pulang seperti membutuhkan alasan pada anak saya di rumah, kenapa muka saya lebam-lebam dan memang saya ditanya kenapa, dan saya jawab dipukul orang.

Jawaban pendek itu dalam satu minggu ke depannya akan terus dikorek, namanya juga anak lihat muka ibunya lebam-lebam kenapa, dan saya enggak tahu kenapa dan saya enggak pernah membayangkan terjebak dalam kebodohan seperti ini, saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita seperti yang diceritakan.

Ada kebenarannya dengan apa yang saya katakan kepada anak-anak saya.

Jadi selama seminggu lebih cerita itu hanya berputar-putar di keluarga saya dan hanya untuk kepentingan saya berhadapan dengan anak anak saya, tidak ada hubungannya dengan politik, tidak ada hubungannya untuk luar.

Tapi setelah sakit di kepala saya mereda dan saya mulai berhubungan dengan pihak luar, saya enggak tahu bagaimana saya memaafkan ini kelak, kepada diri saya, tapi saya kembali dengan kesalahan itu bahwa saya dipukuli.

Jangan dikira saya mencari pembenaran, enggak, ini salah.

Apa yang saya lakukan sesuatu yang salah.

Ketika sampai ketemu Fadli Zon datang ke sini, cerita itu yang sampai ke dia.

Iqbal saya panggil ke sini, cerita itu juga yang berkembang dalam percakapan.

Dan hari Selasa, tahu-tahu foto saya sudah beredar di seluruh media sosial, saya enggak sanggup baca itu, ada beberapa peristiwa yang membawa saya ke Pak Djoksan (Djoko Santoso), membawa saya ke Pak Prabowo, bahkan di depan Pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang yang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, mengorek apa yang terjadi pada saya, saya juga masih melakukan kebohongan itu, sampai kita keluar dari lapangan polo kemarin, saya tetap diam, saya biarkan semua bergulir dengan cerita itu.

(Di) lapangan polo, saya merasa betul ini salah.

Waktu saya berpisah dengan Pak Prabowo, Amien Rais, saya tahu dalam hati ini saya salah, tetapi saya enggak mencegat mereka, itu yang terjadi.

Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu.

Saya tidak sanggup melihat bagaimana Pak Prabowo membela saya dalam sebuah jumpa pers, saya enggak sanggup melihat sahabat-sahabat saya membela saya dalam pertemuan yang digelar di Cikini.

Saya shalat malam tadi malam berulang kali dan tadi pagi saya mengatakan kepada diri saya, setop.

Saya panggil anak-anak saya, saya minta maaf kepada anak-anak saya, saya meminta maaf kepada orang-orang yang membantu saya di rumah ini yang selama sekian hari ini saya selalu bohongi.

Bohong itu perbuatan yang salah dan saya tidak punya jawaban bagaimana mengatasi kebohongan kecuali mengakui dan memperbaikinya.

Mudah-mudahan dengan itu, semua pihak yang terdampak dengan perbuatan saya ini mau menerima bahwa saya hanya manusia biasa, perempuan yang dikagumi banyak orang itu juga bisa tergelincir.

Untuk itu melalui forum ini juga saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo terutama, kepada Pak Prabowo Subianto yang kemarin dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat.

Saya tidak tahu apa rencana Tuhan dari semua ini, tetapi saya berjanji akan memperbaiki semua ini, dan memulihkan perjuangan kami yang sekarang ini sedang terhenyak.

Saya mohon maaf kepada Bapak Amien Rais yang juga dengan sabar mendengar kebohongan saya kemarin dan ikut jumpa pers, saya minta maaf kepada teman-teman seperjuangan di koalisi 02, sekarang ini saya melukai hati kalian, saya ini membuat kalian marah, demi Allah saya tidak berniat seperti itu dan saya berharap Tuhan memberi saya kekuatan kepada kita semua agar kejadian ini tidak mempengaruhi perjuangan kita.

Saya juga minta maaf kepada ibu-ibu, emak-emak, yang selalu menyebut nama saya di dalam perjuangannya.

Aku tahu kalian kecewa, tetapi begitulah hidup kita lihat, bukan bagaimana Anda melihat aku, tetapi bagaimana kita melihat rakyat.

Saya ingin tetap emak-emak berjuang di garis itu.

Ratna could be somebody, could be nobody, tetapi kalian adalah emak-emak Indonesia yang terus berjuang.

Aku juga meminta maaf kepada semua pihak, semua yang terkena dampak dari apa yang saya lakukan, saya juga meminta maaf kepada semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras saya kritik, kali ini berbalik ke saya.

Kali ini saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan sebuah negeri.

Mari kita semua mengambil pelajaran dari semua ini, bangsa kita ini sedang dalam keadaan tidak baik.

Seperti yang saya lakukan ini, seperti yang kita hebohkan selama ini, adalah sesuatu yang tidak penting, mari kita hentikan.

Saya minta maaf saya tidak akan memberikan kesempatan tanya-jawab karena sensitifnya persoalan ini dan saya takut kita jadi salah mengerti.

Saya sudah memberikan pernyataan, tolong itu diterima dengan baik.

Dengan adanya klarifikasi ini, saya meminta agar tidak ada lagi polemik setelah hari ini.