Resah, Perusahan Ini Akan Campurkan Ganja Ke Dalam Minuman Ringannya


SURATKABAR.ID Coca Cola bekerjasama dengan produsen ganja asal Kanada, Aurora Cannabis Inc, untuk mengembangkan minuman yang dengan zat kimia non-psikoaktif, cannabidiol (CBD), yang ditemukan pada tanaman ganja. Peluncuran akan dilakukan setelah penerapan legalisasi hukum ganja untuk pribadi di Kanada pada 17 Oktober mendatang.

Coca Cola dan Aurora, mengatakan mereka tertarik memproduksi minuman yang mengandung zat CBD.

“Pihak perusahaan bersama orang-orang yang terlibat di dalam industri minuman, telah mengamati dengan seksama pertumbuhan CBD non-psikoaktif sebagai bahan dalam minuman kesehatan yang bermanfaat di seluruh dunia,” ungkap Juru bicara Coca Cola, Kent Landers, dikutip oleh Tempo.com (18/09/18) dari Rusia Today.

Juru bicara Aurora, Heather Mac Gregor, menolak berkomentar tentang hasil pembicaraan dengan Coca Cola, tetapi menegaskan bahwa perusahaannya bermaksud untuk memasuki pasar minuman yang memakai unsur ganja.

Baca Juga: Tak Lagi Dilarang, Ganja Medis Kini Legal Dan Siap Diresepkan

Analis Wells Fargo Bonnie Herzog menyebut produk Coca Cola dengan CBD kemungkinan akan berbeda dengan produksi pembuatan alkohol.

Kanada adalah negara maju G7 pertama yang mengakhiri larangan penggunaan ganja secara nasional, setelah parlemen mengesahkan UU legalisasi ganja untuk pribadi pada 19 Juni 2018. Tetangganya, Amerika Serikat, telah mendahului Kanada dengan sembilan negara bagiannya untuk legalisasi ganja. California, merupakan pasar ganja legal terbesar di Amerika Serikat tercatat pada Januari lalu.

Menteri Kehakiman Kanada, Jody Wilson-Raybould, berkicau di Twitter bahwa ini adalah tonggak bersejarah bagi kebijakan progresif di Kanada saat kami mengubah pendekatan kami ke ganja. Sementara Menteri Kesehatan Kanada, Ginette Petitpas Taylor, juga berkicau di Twitter bahwa dia sangat senang Senat menyetujui UU ini.

“Kami berada di titik puncak kebijakan ganja yang masuk akal, bertanggung jawab, dan adil,” tulis Ginette di Twitter, seperti dilansir dari Associated Press, 20 Juni 2018.

Pemerintah Kanada sebagian besar mengikuti saran dari satuan tugas marijuana yang dipimpin oleh mantan Menteri Kesehatan berpandangan liberal, Anne McLellan, serta saran dari mantan Kepala Polisi Toronto, Bill Blair, yang kini menjadi sekretaris parlemen untuk menteri kehakiman.

Satuan tugas merekomendasikan orang dewasa diizinkan untuk membawa hingga 30 gram ganja dan bisa memelihara hingga empat tanaman. Ia juga mengatakan ganja tidak boleh dijual di lokasi yang sama dengan alkohol atau tembakau.

Aspek paling kontroversial dari langkah Kanada untuk melegalisasi ganja secara nasional telah menetapkan usia minimum untuk konsumsi ganja pada usia 18 atau 19 tahun, tergantung pada tiap provinsi. Usia ini lebih rendah daripada di negara bagian Amerika Serikat yang melegalkan ganja.

Para advokat berpendapat bahwa menetapkan batas usia pada 21 tahun akan mendorong pasar gelap dan mendorong anak-anak muda ke pengedar ilegal. Tetapi beberapa ahli kesehatan khawatir bahwa usia yang lebih rendah akan mendorong penggunaan zat yang dapat memiliki konsekuensi jangka panjang pada usia otak yang masih berkembang. Namun para senator konservatif tetap kukuh menentang legalisasi ganja.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTips Agar Kulit Terhindar dari Dampak Buruk AC
Berita berikutnyaDituduh Lakukan Penipuan Bisnis Bersama Kakaknya, Jessica Iskandar: Ini Pemerasan!