Menohok! Ini Alasan Ustad Somad Ogah Lapor Polisi


SURATKABAR.ID – Ustad Abdul Somad membatalkan rencananya memberikan tausiah di sejumlah daerah dan mengaku diintimidasi sejumlah pihak.

Meski begitu, UAS tak menyebutkan siapa pihak yang mengintimidasinya dan enggan melaporkannya ke polisi. Pasalnya, menurut UAS sejumlah upaya hukum yang pernah dilakukannya malah berujung ketidakjelasan.

“Tidak (berencana melapor ke polisi). Saya mau tenang saja. Capek. Dugaan persekusi Bali belum selesai-selesai (penanganannya),” ujarnya, Selasa (4/9/2018), dilansir republika.co.id.

Sebelumnya, pada 8 Desember 2017 lalu, ratusan simpatisan Laskar Bali mengepung hotel tempat Ustad Somad menginap di Denpasar. Mereka datang untuk menolak tausiah yang akan diberikan Ustad Somad.

Baca juga: Cegah Fitnah, Ustad Abdul Somad Diminta Segera Laporkan Pengancamnya ke Polisi

Tak lama kemudian, pimpinan organisasi ini akhirnya meminta maaf pada Ustad Somad. Meski begitu, pada 11 Desember 2017 sejumlah pihak melaporkan kasus dugaan persekusi ini ke kepolisian. Namun, hingga sekarang belum ada titik terang penyelesaian kasus tersebut.

Kini, Ustad Somad kembali mendapatkan intimidasi dari sejumlah pihak. Akibatnya, lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir ini terpaksa membatalkan sejumlah rencana ceramahnya di sejumlah kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

Meski begitu, Ustad Somad enggan mengungkapkan pihak mana saja yang mengintimidasi dan menghalangi safari dakwahnya. Menurutnya, ada jalan yang lebih baik dibanding jalur hukum, yaitu tak memberikan perlawanan.

Ustad Somad menambahkan, dirinya tak ingin ada gesekan di tengah masyarakat, terutama umat Islam, karena peristiwa yang menimpanya itu. “Mengalah saja. Allah ada,” katanya singkat.

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis meminta agar para pendakwah tak menyampaikan kekecewaan dalam hal apapun di media sosial. Ia pun menyarankan agar melapor ke penegak hukum jika ada ancaman.

“Jika menjadi kiai atau pendakwah curhat di tengah malam kepada Allah jangan curhat di media sosial. Apalagi di tahun politik pandai menjaga stabilitas dan ketentraman masyarakat,” tegas Cholil.