Loh! Rupanya Tak Semua Atlet Peraih Emas Terima Bonus Rp 1,5 M, Ini Fakta Sebenarnya


SURATKABAR.ID – Perhelatan ajang olahraga terbesar se-Asia belum usai. Riuh esmarak Asian Games 2018 masih terasa di penjuru Asia. Dan hingga Kamis (30/8) kemarin, para atlet kebanggaan Tanah Air sukses menyumbangkan setidaknya 30 emas untuk Indonesia.

Meski tak berhasil mencatatkan nama di puncak, namun posisi Indonesia dalam perolehan medali terbilang cukup baik, yakni di urutan 4 besar Asian Games 2018. Angka medali emas yang dikumpulkan pun sudah melampaui target yang ditentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari perjuangan para atlet yang tak mengenal lelah untuk menjalani latihan berat. Dan untuk menghargai usaha mereka, Pemerintah Indonesia kabarnya akan memberikan bonus kepada para atlet yang menyumbangkan medali emas, berupa uang Rp 1,5 miliar.

Namun dilansir dari laman Grid.ID pada Kamis (30/8/2018), rupanya tak semua atlet yang mendapatkan medali emas menerima bonus hadiah Rp 1,5 miliar. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi di acara Mata Najwa.

Ditayangkan melalui channel YouTube Mata Najwa, Imam Nahrawi menjelaskan jumlah pasti bonus yang akan diterima para atlet penyumbang medali emas. “Per satu keping medali emas kita memberikan bonus Rp 1,5 miliar, itu bagi yang single,” ungkap Imam.

Baca Juga: Demi Tampil di Asian Games 2018, Yudha Sampai Resign dari Kantornya

Begitu mendengar Menteri Pemuda dan Olahraga RI memberikan bocoran kecil terkait seberapa besar angka bonus yang akan diterima para atlet, penonton sontak menggemuruhkan studio dengan tepuk tangan meriah.

Lalu Imam menambahkan, bagi yang double maka masing-masing akan mendapatkan hadiah bonus sebesar Rp 1 miliar. Sementara untuk yang beregu, nilainya di bawah Rp 1 miliar, yakni masing-masing Rp 600 hingga Rp 700 juta.

“Bagi yang double masing-masing Rp 1 miliar, bagi yang beregu masing-masing 600-700 juta rupiah,” ungkap Imam.

Angka bonus tersebut dinilai sudah sepadan dengan kerja keras para atlet yang telah banyak berkorban, baik waktu maupun tenaga demi dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah perhelatan olahraga Asian Games 2018.

Imam menambahkan masih ada bonus yang menanti untuk atlet penyumbang medali, baik emas, perak, maupun perunggu sesuai dengan keputusan ini sudah disepakati dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

“Tidak cukup di situ, kami juga mempersiapkan masa depan bagi para juara, di mana kita sudah sepakat dengan Pak Menteri PANRB bagi yang mendapat medali emas, perak, dan perunggu akan diangkat menjadi PNS,” jelasnya.