Usai Haru ‘Berpelukan’, Pesilat Hanifan Sebut Jokowi dan Prabowo Orang Baik


SURATKABAR.ID – Pada Asian Games 2018, Tim Pencak Silat Indonesia berhasil menyumbang 16 medali untuk Tanah Air. Selain momen kemenangan yang membanggakan tersebut, ada satu lagi momen penting yang menyita perhatian masyarakat Indonesia. Momen tersebut adalah saat pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah, memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Terlebih lagi, momen ini menjadi puncak sejarah di tengah isu politik karena Jokowi dan Prabowo pun akhirnya berpelukan.

Awalnya, pesilat Hanifan memeluk keduanya setelah berhasil memenangkan babak final kelas c putra 55-60 kilogram melawan pesilat Vietnam, Tha Linh Nguyen di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (29/08/2018).

Namun kemudian, pria 20 tahun ini tiba-tiba naik ke tribun usai memenangkan pertandingan. Di tribun, Hanifan langsung menyalami Jokowi. Setelahnya, seperti dikutip dari laman TribunNews.com, Hanifan juga menyalami dan memeluk Prabowo Subianto selaku Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia yang turut hadir.

Kemudian tibalah momen tersebut. Tak disangka, Hanifan lalu memeluk Jokowi dan Prabowo. Ketiganya pun lalu berpelukan diselimuti oleh Bendera Merah Putih yang dibawa Hanifan. Momen ini menjadi sejarah di tengah-tengah isu politik yang kian memanas belakangan ini. Melalui Hanifan, dua tokoh politik besar ini bisa bersatu.

Alhasil, kini sang pesilat pun menjadi trending.

Baca juga: Rusak Tembok Ruang Atlet dan Dipeluk Menpora Malaysia, Inilah 5 Fakta Mohd Al Jufferi Jamari

“Realitanya kan mereka baik-baik saja tidak seperti di sosmed (sosial media) begitu kan perang sana perang sini, kelihatannya enggak enak,” ujar Hanifan usai laga, melansir laporan Tempo.co, Kamis (30/08/2018).

“Makanya, saya insan pencak silat harus mempersatukan itu,” tukas Hanifan kemudian.

Pengakuan Hanifan, sebelumnya ia pun tak berencana untuk memeluk Jokowi dan Prabowo secara bersamaan. Keduanya merupakan dua tokoh yang akan bertarung dalam pemilihan presiden tahun 2019 mendatang.

“Enggak rencanain, itu reflek aja,” ungkap Hanifan.

Hanifan juga mengakui, dirinya bangga bisa memeluk Jokowi dan Prabowo. Mereka adalah dua figur yang diyakini dapat membangkitkan Indonesia.

“Tidak seperti apa yang kita lihat di sosmed kan, sangat enggak enak dilihat dan dibaca. Realitanya itu, kita saling damai, tentram dan aman,” imbuh Hanifan.

Hanifan menambahkan bahwa pencak silat—selain merupakan budaya bangsa—juga dapat menjadi alat untuk membangun dan mempererat persaudaraan.

”Saya akan mempertahankan itu. Pencak silat itu bisa membangun Indonesia, bisa mempererat siapapun,” sebut Hanifan.

Diunggah oleh Jokowi

Sementara itu, Kepala Negara RI, Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) juga turut membagikan momen tersebut dengan mengunggahnya di akun Instagram miliknya.

Jokowi menceritakan kronologi hingga akhirnya Hanifan, Jokowi, dan Prabowo berpelukan.

“Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, sore tadi. Begitu dinyatakan sebagai peraih medali emas kelas C setelah menundukkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam, pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bersama Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Kami bertiga — Hanifan, saya dan Pak Prabowo — pun berpelukan dalam selubung merah putih.

Selamat untuk Hanifan, seluruh atlet pencak silat Indonesia, pelatih dan jajaran pengurus, yang mempersembahkan 14 medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

Dengan perolehan medali 30 emas, 22 perak, dan 35 perunggu sampai hari ini, Indonesia berada di posisi keempat — sebuah pencapaian baru yang menjadi sejarah bagi dunia olahraga negeri ini,” papar Jokowi.

Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, sore tadi. Begitu dinyatakan sebagai peraih medali emas kelas C setelah menundukkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam, pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bersama Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Kami bertiga — Hanifan, saya dan Pak Prabowo — pun berpelukan dalam selubung merah putih. Selamat untuk Hanifan, seluruh atlet pencak silat Indonesia, pelatih dan jajaran pengurus, yang mempersembahkan 14 medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Dengan perolehan medali 30 emas, 22 perak, dan 35 perunggu sampai hari ini, Indonesia berada di posisi keempat — sebuah pencapaian baru yang menjadi sejarah bagi dunia olahraga negeri ini.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Sebelumnya, kehebohan itu muncul usai Hanifan berhasil meraih medali emas melalui laga nan dramatis. Pasalnya, Hanifan sempat tertinggal berbalik unggul di detik-detik terakhir ronde ketiga. Sehingga untuk meraih medali emas, pertandingan Hanifan dan Nguyen Thai Linh ini merupakan laga yang menegangkan penontonnya. Namun akhirnya Hanifan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 3-2.

Hanifan lalu melakukan selebrasi, termasuk naik ke kursi VVIP. Di sana, dia menyalami Jokowi yang membuat stadion bergemuruh. Tak berhenti di situ, ia pun memeluk Prabowo Subianto yang juga membuat stadion bersorak sorai. Puncaknya adalah ketika Hanifan memeluk keduanya—Jokowi dan Prabowo—yang membuat seluruh penonton riuh rendah bergelora atas kemenangan cabor Pencak Silat Indonesia dan kebersamaan dua tokoh politik anak bangsa.

Semuanya untuk Indonesia …

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on