Bingung Dirinya Jadi Tersangka, Kadis SDA: Pengamanan Aset Itu Perintah Ahok


SURATKABAR.ID – Teguh Hendrawan selaku Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengaku bingung lantaran terseret menjadi tersangka kasus perusakan lahan warga di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur. Menurut Teguh, dirinya hanya menjalankan tugas yang diperintahkan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ketika itu masih menjabat sebagai gubernur terdahulu.

“Saya melakukan pengamanan aset itu perintah lisan dari Pak Ahok, ‘segera kamu amankan lokasi di sana’. Saya segera saya kirim alat di sana. Termasuk kegiatannya melalui prosedur yang ada,” beber Teguh di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (29/08/2018). Demikian mengutip laporan Detik.com, Kamis (30/08/2018).

Sudah Jadi Waduk

Menurut Teguh, selain telah diserahterimakan kepada Pemprov DKI, status lahan yang dilaporkan itu pun saat ini sudah menjadi waduk. Sehingga Teguh pun heran atas pelaporan tersebut.

“Jadi yang saya bingung harus gimana lagi ya. Saya kan cuma kerja, tugas saya kepala dinas,” jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Malah Impor Gula Saat Stok Melimpah, Petani Tebu Kecewa

Berdasarkan pengakuan Teguh, ia juga tak tahu menahu mengenai siapa pelapor dirinya ke Polda Metro Jaya. Dia sudah bertemu dengan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk berkoordinasi terkait hal itu.

“Sabtu pagi menghadap beliau, beliau pada prinsipnya akan membantu sayalah. Saya mengatakan, ‘Pak Gubernur, saya menjalankan amanat dan hanya menjalankan perintah,'” sebutnya.

Sebelumnya, surat pemanggilan pemeriksaan Teguh sebagai tersangka dikeluarkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) pada Senin (27/08/2018). Kasus ini dilaporkan warga yang bernama Felix Tirtawidjaja atas kasus yang terjadi pada 2016.

Hanya Jalankan Tugas Negara

Hingga berita ini dimuat, pihak kepolisian telah menetapkan Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan sebagai tersangka dalam kasus perusakan lahan milik warga. Teguh diduga melakukan perusakan lahan milik warga tanpa izin di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur.

“Iya benar (jadi tersangka),” terang Teguh saat diminta konfirmasi, Rabu (29/08/2018).

Teguh diketahui menjadi Kadis Sumber Daya Air sejak 2015 dan ditetapkan menjadi tersangka usai polisi memeriksa 21 saksi dan barang bukti dokumen terkait kasus tersebut. Pada 20 Agustus 2018, polisi sudah melakukan gelar perkara.

Teguh sendiri menjelaskan bahwa lahan yang dimaksud bukanlah milik warga melainkan merupakan aset Pemprov DKI Jakarta.

“Nggak masuk akal. Saya menjalankan tugas sebagai aparat pemerintah untuk mengamankan aset,” tandas Teguh saat dikonfirmasi, Rabu (29/08/2018).

Pengakuan Teguh, pihaknya juga belum menghadiri pemanggilan dari Polda Metro Jaya. Dia meminta penundaan pemeriksaan hingga 12 September 2018.

“Saya menjalankan tugas negara. Malah ditetapkan jadi tersangka,” imbuhnya.