Eggi Sudjana Minta Jokowi Tiru Sandiaga Uno, Mundur atau Cuti saat Kampanye


SURATKABAR.ID Ketua Umum Relawan Nasional Prabowo-Sandi (RN PAS) Eggi Sudjana meminta Presiden Joko Widodo untuk meniru sikap Sandiaga Uno.

Eggi meminta Jokowi juga mundur dari jabatan Presiden karena sudah mendaftar sebagai capres sama seperti Sandiaga yang mengundurkan diri dari jabatan wakil gubernur Jakarta sebelum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (10/8/2018).

“Nah Jokowi, kalau dia ngerti UUD ’45 pasal 27 ayat 1, dia seharusnya mengundurkan diri, setidak-tidaknya cuti. Itu yang dibenarkan oleh hukum,” tegas Eggi di Rumah Kemenangan RN PAS, Jakarta Pusat, Senin (27/8) malam, dilansir dari laman CNNIndonesia.com.

Eggi khawatir bila Jokowi tak mundur atau cuti, mantan Wali Kota Solo itu bakal menggunakan fasilitas negara saat kampanye nanti. Menurut Eggi, salah satu indikasi Jokowi memanfaatkan fasilitas negara adalah dengan mengadakan rapat bersama petinggi partai koalisi di Istana Bogor.

“Ini merampok hak-hak dari negara, yang harusnya untuk rakyat tapi diambil untuk itu, ini tidak benar,” imbuhnya.

Baca Juga: Rizal Ramli: Melarang Gerakan Aspirasi Publik Adalah “Kampanye” Terburuk untuk Jokowi

“Kemarin saja setelah mendaftar beliau bertemu dengan ketua umum partai-partai koalisi di Istana Negara Bogor,” terangnya.

Eggi mengancam bakal mengerahkan massa untuk turun ke jalan menuntut Jokowi agar mundur atau cuti selama masa kampanye Pilpres 2019. Ia menyebut puncak gerakan tersebut bakal dilakukan Desember 2018, bertepatan dengan momentum dua tahun Aksi 212.

Meskipun demikian, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tak ada satu pasal pun yang menyebutkan presiden harus mundur atau pun cuti saat menjadi calon presiden ataupun melakukan kampanye.

Dalam UU Pemilu itu hanya disebutkan bahwa presiden yang telah ditetapkan sebagai calon presiden dalam melaksanakan kampanye memperhatikan pelaksanaan tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden.