Benarkah Meremas Buah Dada Bisa Membuatnya Jadi Lebih Besar?


    SURATKABAR.ID – Pernahkah Ladies mendengar mitos ini—bahwa meremas dada wanita bisa membuatnya lebih besar? Benarkah hal ini? Menurut pakar seksologi, meremas dada memang akan membuat ukuran p*ayudara jadi lebih besar. Namun, ukuran p*ayudara ini membesar hanya untuk sementara saja, ini dikarenakan efek yang ditimbulkan dari rangsangan tersebut.

    Sebagai informasi, mengutip doktersehat.com, Rabu (22/08/2018), perubahan ukuran ini sebenarnya tak benar-benar terjadi. Sebenarnya p*ayudara akan terasa lebih penuh saja sebagai respons yang dilakukan oleh sistem saraf saat terkena rangsangan dari luar.

    Dengan adanya rangsangan ini, maka aliran darah yang menuju ke p*ayudara akan meningkat dengan signifikan. Inilah yang membuat p*ayudara menjadi lebih penuh (sekitar 25 persen lebih besar). Selain itu, p*ayudara juga akan cenderung lebih sensitif dengan adanya sentuhan atau belaian dan bagian putingnya akan jadi lebih keras.

    Jadi, apakah meremas p*ayudara bisa membuat lebih lebih besar secara permanen? Tentu jawabannya adalah tidak. Meremas p*ayudara tak lantas menambah ukuran p*ayudara secara langsung.

    Pada dasarnya bentuk p*ayudara ditentukan oleh ligamen Cooper’s, struktur tulang dada, otot yang menyangga, dan kulit yang membungkusnya.

    Baca juga: Ladies, Jangan Malas Cukur Bulu Kemaluan! Begini Manfaatnya

    Pertumbuhan p*ayudara bisa dipengaruhi oleh hormon estrogen yang berkolaborasi dengan hormon pertumbuhan yang merangsang perkembangan kelenjar susu pada p*ayudara. Pada tahap ini, bisa jadi dapat terlihat bahwa salah satu p*ayudara berukuran sedikit lebih besar daripada sebelahnya.

    Selain itu, hormon estrogen dan hormon pertumbuhan menstimulasi perkembangan jaringan pendukung, kelenjar, dan lemak yang menyusun p*ayudara. Perkembangan ini terus berjalan setidaknya hingga wanita berusia kira-kira 21 tahun. Pada usia ini, ukuran, kepadatan, dan volume p*ayudara telah terbentuk sempurna.

    Sementara saat siklus menstruasi tiba, p*ayudara akan membesar akibat timbunan cairan premenstrual yang bersifat sementara. Selain mitos meremas p*ayudara membuatnya lebih besar, terdapat mitos lainnya mengatakan bahwa terdampat efek samping meremas p*ayudara bisa membuatnya kendur.

    Lantas, apakah yang sesungguhnya membuat dada bisa kendur?

    Seiring berjalannya waktu, semakin bertambahnya usia maka bentuk buah dada juga bisa berubah menjadi lebih kendur ataupun lebih turun. Selain itu, beberapa kebiasaan seperti merokok dan perubahan berat badan secara drastis bisa menyebabkan buah dada lebih turun.

    Rokok merupakan salah satu musuh terbesar buah dada. Kebiasaan merokok tanpa disadari bisa memengaruhi bentuk p*ayudara Anda. Racun-racun yang terkandung dalam rokok seperti nikotin juga bisa menghancurkan kolagen dalam kulit.

    Padahal, persediaan kolagen dalam tubuh wanita jumlahnya lebih sedikit dari laki-laki. Selain itu, rokok juga akan mengganggu peredaran darah ke permukaan kulit. Akibatnya, p*ayudara akan mengalami proses penuaan dini dan cepat mengendur.

    Sedangkan bagi Ladies yang berat badannya tidak stabil juga berisiko membuat p*ayudara kendur. Kulit di sekitar buah dada akan meregang mengikuti bentuk tubuh saat berat badan Anda naik.

    Namun, saat berat badan turun lagi, kulit Anda membutuhkan waktu beberapa lama agar bisa kencang kembali. Jika sebelum kulit mengencang Anda sudah tambah berat badan lagi, kulit Anda akan jadi kendur karena terlalu sering meregang.

    Sebaiknya terapkanlah pola makan yang seimbang dan teratur agar berat badan tak mudah naik turun sehingga p*ayudara Anda tetap ideal dan kencang.

    Manfaat Meremas P*ayudara

    Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of California, Berkeley menyebutkan, meremas buah dada selain berguna untuk memberikan rangsangan seksual, ternyata bisa menurunkan risiko terkena kanker. Tekanan fisik berupa remasan ini ternyata mampu membunuh sel kanker dan mencegah pertumbuhan abnormal pada buah dada.

    Senada dengan hal ini, riset lain yang dilakukan oleh Tim Murrell dari Department of Community Medicine di University of Adelaide menyebutkan, pijatan yang diberikan pada p*yudara dapat memuat perubahan jaringan pada buah dada, yang pada akhirnya mendorong sel-sel untuk mengeluarkan bahan kimia penyebab kanker.