Azyumardi Azra Sebut Tugas Negara Tidak Bisa Selesai Hanya dengan Fiqih


SURATKABAR.ID Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Azyumardi Azra memandang sah saja jika ulama diusung jadi cawapres di Pilpres 2019. Namun, masalah negara tak hanya selesai dengan urusan hukum fikih saja.

“Kalau saya sih boleh-boleh saja dilihat dari sudut agamanya. Mereka ahli agama, kayak Pak Ma’ruf Amin, Abdul Somad, Salim Segaf Al Jufri, itu bagus,” ujar Azyumardi di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018), dilansir Detik.com.

Menurut Azyumardi, pencalonan ulama jadi cawapres menunjukkan faktor agama menjadi pertimbangan penting. Namun, ada masalah negara lainnya seperti ekonomi yang juga membutuhkan ahli ekonomi.

“Apalagi Pak Jokowi juga menyebut nama itu misalnya Pak Ma’ruf Amin disebut. Itu bagus yang disebut itu. Tapi kan ini kan tugas negara tidak hanya bisa diselesaikan dengan soal fikih, dengan bidang-bidang ilmu agama, tidak,” ungkapnya.

“Urusan pembangunan, infrastruktur, ekonomi, apalagi ekonomi kita sekarang berat, itu memerlukan teknokrasi ekonomi, baik makro maupun mikro ekonomi,” sambung Azyumardi.

Baca Juga: Din Syamsussin akui Bersedia Jadi Cawapres Jokowi, Tapi …

Azyumardi menambahkan, akan lebih baik jika unsur agama dan keahlian bidang ekonomi itu bisa dikombinasikan. Tetapi, ia melihat sejauh ini belum ada sosok ahli ekonomi yang sekaligus memiliki akseptabilitas dari umat Islam.

Sosok yang dapat mengkombinasikan dua hal itu belum ada di bakal cawapres Jokowi maupun Prabowo Subianto.

Ia mencontohkan bakal calon wakil presiden dari kubu Jokowi, sosok Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang berasal dari partai berbasis Pancasila dan Nahdlatul Ulama.

“Tapi saya lihat teknokrasi dalam bidang ekonominya lemah. Walaupun dia pernah jadi menteri tenaga kerja,” katanya.

Dari kubu Prabowo, ada nama Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al Jufri.

“Dia pernah jadi menteri sosial, tapi teknokrasi dalam bidang ekonomi dan pembangunan kan lemah. Menteri sosial kan lebih banyak tugasnya itu bagi-bagi dana, bantuan sosial, bencana,” tutupnya.