Detik-detik Penantian Orasi Politik AHY Usai Demokrat Berkoalisi dengan Gerindra


SURATKABAR.ID – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan Pemilu Partai Demokrat akan kemblai menyampaikan orasi politik atau pidatonya nanti malam, Jumat (03/08/2018) pukul 19.30 WIB. Orasi akan dilaksanakan di Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta Pusat. Dalam pidato politik nanti, AHY akan berlaku sebagai Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute yang telah diembannya sekitar setahun terakhir.

Melansir laporan TribunNews.com, Jumat (03/08/2018), pidato politik yang dilakukan AHY ini akan menjadi yang pertama setelah Partai Demokrat menyatakan bergabung dengan koalisi Partai Gerindra dan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.

Ada pun sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir, nama AHY santer disebut-sebut akan mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres dalam menghadapi Pilpres 2019.

Akan tetapi, sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat dan Prabowo sendiri menampik bahwa Demokrat menuntut posisi cawapres.

“Cawapres kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo untuk menentukan “running mate”-nya,” kata SBY di Kediaman Prabowo di Kebayoran Baru pada Minggu (29/07/2018) lalu.

Baca juga: Diminta Tak Sebarkan Hoax 100 Juta Warga Indonesia Miskin, Ternyata Ini Hitungan yang Dipakai SBY

“Tetapi kalau nama AHY masuk pertimbangan kenapa tidak,” demikian Prabowo menimpal.

Tanpa PKS dan PAN

Sebelumnya, sebagaimana dikutip dari reportase Kompas.com, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menuturkan partainya masih berupaya membangun koalisi bersama Gerindra, PAN, dan PKS dalam Pilpres 2019.

Namun, hal itu masih terhambat keinginan PAN dan PKS soal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto. Padahal, imbuh Syarief, Demokrat sudah sejak awal menyarankan untuk menyerahkan penentuan cawapres kepada Prabowo.

Kendati demikian, Syarief optimistis Demokrat tetap akan mendapat tiket untuk mengusung calon Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu 2019.

Saat ditanya apakah rasa optimistis itu dikarenakan Demokrat merasa cukup berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung pasangan capres-cawapres, Syarief membenarkan.

“Iya,” jawab Syarief saat dihubungi pada Rabu (01/08/2018).

Di DPR, Demokrat memiliki 61 kursi (10,9 persen) dan Gerindra 73 kursi (13 persen) dengan total 134 kursi (23,9 persen). Jumlah itu telah melewati syarat minimal ambang batas presidensial (presidential threshold) yakni 112 kursi atau 20 persen. Namun, Syarief meyakini hambatan koalisi dengan PKS dan PAN masih dapat diselesaikan melalui pertemuan-pertemuan berikutnya.

“Mungkin besok ada lagi. Dalam satu malam juga bisa berubah,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Syarief menilai belum ada kemajuan berarti dalam koalisi bersama Gerindra, PAN, dan PKS untuk Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Syarief guna menanggapi pertemuan Pimpinan Gerindra dengan PAN dan PKS mengenai rencana membangun koalisi dengan Demokrat.