4 Truk Sedot Limbah Kali Item Tiap Hari, Petugas Temukan Hal Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Pencemaran Kali Sentiong alias Kali Item tengah menjadi sorotan nasional. Pasalnya, letak Kali Item tak jauh dari wisma atlet yang akan digunakan untuk Asian Games 2018.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengatakan bahwa pencemaran tersebut disebabkan oleh pengusaha tempe yang membuang limbahnya di Kali Item.

Namun, setelah dilakukan penyedotan limbah di Pasar Serdang dan Pasar Kemayoran, fakta mencengangkan terungkap.

“Kebanyakan bangkai ayam atau ikan yang dibuang ke drainase Pasar Serdang,” ujar Yusrizal, petugas PD Pal Jaya yang melakukan penyedotan di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018) kemairn, dilansir tempo.co.

Baca juga: Tragedi Gempa Lombok, Tim Gabungan Berhasil Evakuasi 543 Pendaki Rinjani

Menurut Yusrizal, tiap hari PD Pal Jaya menurunkan empat truk penyedot dan 8 petugas yang disebar ke Pasar Serdang dan Kemayoran. Para petugas diminta menyedot limbah yang biasanya dibuang ke Kali Item.

Menurut Yusrizal, Pasar Serdang tak memiliki tempat penampungan limbah. Akibatnya, pedagang membuang limbahnya di saluran drainase. “Jadi numpuk semua di drainase yang mengalir ke Kali Sentiong,” imbuhnya.

Sementara itu, Manajer Operasi dan Pemeliharaan Perusahaan Daerah (PD) Pal Jaya, Ahadiat, menuturkan bahwa limbah dari Pasar Serdang dan Kemayoran menjadi salah satu faktor pencemar Kali Item.

“Mereka punya limbah basah, seperti cucian daging, cucian ikan, bahkan ada jeroan hewan yang kemudian masuk ke saluran drainase dan sampai ke Kali Sentiong,” terang Ahadiat.

Menurut Ahadiat, sejak 11 Juli 2018 lalu petugas PD Pal Jaya setiap hari menyedot limbah dari kedua pasar tersebut. Bahkan, sekitar 8 kubik limbah disedot dari masing-masing pasar tiap harinya.

Diketahui, pencemaran parah terjadi di Kali Sentiong alias Kali Item. Selain warna air berwarna hitam, Kali Item juga mengeluarkan bau tak sedap dan menyengat.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah menjajal teknologi nano bubble, mencampurkan penjernih air dan penghilang bau, hingga menggunakan waring hitam.

Kementerian PUPR juga membantu merekayasa aliran dengan menambah debit air Kali Item. Diharapkan, rekayasa ini membuat bau menghilang.