Wow! Ternyata Segini Rata-Rata Penghasilan Pengemudi Ojek Online


SURATKABAR.ID – Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menemukan fakta yang cukup mengejutkan terkait penghasilan pengemudi transportasi berbasis aplikasi, melalui riset terbaru mereka.

Penelitian dilakukan di Jabodetabek, Yogyakarta, Makassar, Denpasar, Bandung, dan sejumlah kota besar lainnya, dan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa para pengemudi ojek online (ojol) bahkan bisa melebihi pendapatan rata-rata upah minimum kabupaten/kota di sembilan wilayah.

Dilansir dari laman JawaPos.com, pada Minggu (15/7/2018), pendapatan mereka bisa mencapai rata-rata upah minimum sebesar Rp 2,8 juta setiap bulannya. Penghasilan ini, disebutkan riset LD FEB UI, memberikan jaminan peningkatan kualitas hidup para driver ojol.

Tidak hanya itu saja. Menurut riset, disebutkan bahwa sebanyak 90 persen mitra pengemudi Go-Jek mengaku pendapatan mereka meningkat drastic, hingga 44 persen setelah memutuskan bergabung dengan perusahaan tersebut.

Salah satu pengemudi, Hermawansyah, mengungkapkan berkat pendapatan yang diperolehnya dari bekerja sebagai driver ojol, ia dapat merampungkan pendidikan di bangku perguruan tinggi. Bahkan ia berhasil meraih nilai sesuai target yang diharapkannya.

Baca Juga: Sosok Inspiratif, Begini Perjuangan Difabel Ini Jadi Driver Ojek Online Meski Duduk di Kursi Roda

Padahal, menjadi pengemudi Go-Jek hanya pekerjaan sampingan pria tersebut. Ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Terbuka (UT), Surabaya, Jawa Timur, dan cita-citanya mengenyam bangku perkuliahan diwujudkannya tanpa menyusahkan orang lain.

“Sekarang saya memasuki semester IV di Universitas Terbuka. Nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) saya 3,0 di semester III,” tutur pria kelahiran Jombang 28 tahun silam tersebut dengan bangga, seperti yang dikutip dari laman JawaPos.com.

Bisa berkuliah dengan penghasilan sebagai mitra driver Go-Jek, Hermawan mengaku menerima sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per hari. “Saya kerja 25 hari, jadi rata-rata pendapatan saya dari Go-Jek dalam sebulan itu sekitar Rp 9 juta,” tambahnya.

Untuk mengantongi pendapatan sebesar itu, Hermawansyah menuturkan, ia harus tekun. Setidaknya ia harus menerima 17 hingga 23 pesanan (order) setiap hari. Hampir sebanyak 80 persen orderan yang diterimanya datang dari layanan Go-Ride. Sisanya dari pemesanan Go-Food, Go-Send, atau Go-Mart.

Ada satu kunci yang dipegang oleh ayah dari dua anak ini. Merantau dari Jombang ke Surabaya, Hermawansyah mengedepankan prinsip kejujuran. Dan berkat dedikasinya, ia mendapat tawaran untuk turut bergabung menyosialisasikan penghapusan order ‘tuyul’.

“Saya sejak April tahun ini diajak Go-Jek untuk menyosialisasikan penghapusan order ‘tuyul’ (order fiktif) ke komunitas Go-Jek,” papar pria yang sanggup membuktikan dengan menjadi mitra pengemudi yang produktif dan tetap taat pada peraturan, ia bisa berhasil.

Prinsip kejujuran yang dipegangnya membuahkan hasil. Pada bulan Juni 2017, Hermawansyah mendapatkan penghargaan sebagai Driver of The Month dan mendapat predikat bintang 5 karena jasanya mempromosikan keuntungan menggunakan Go-Pay kepada para konsumen.