Hina Nabi Muhammad, Warga Pekanbaru Dibantai Partisan ISIS


SURATKABAR.ID – Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap kematian Ahmad Syahwan yang menjadi korban pembunuhan oleh partisan ISIS.

Warga Jalan Cipta Karya, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau ini dihabisi oleh YD alias Abu Zakariya (21) dan RH alias Abu Hamzah. Ahmad Syahwan sendiri diketahui sebagai bos di tempat kerja tersangka.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan polisi, tersangka mengaku kesal terhadap korban yang menghina Nabi Muhammad.

“YD cerita sama saya kalau dia (korban) sudah menghina Nabi Muhammad. Dia bilang nggak usah fanatik sama Islam. Jadi saya bilang, ayo lewatkan aja dia. Kami bunih dia,” terang RH di Mapolres Pakanbaru, Jumat (13/7/2018), dikutip dari jawapos.com.

Baca juga: Ngeri! 292 Ekor Buaya Dibantai Warga, Pelaku Bisa Kena Ini

Niat keji keduanya muncul pada Jumat (25/5/2018) lalu. Untuk melancarkan aksinya, kedunya pergi membeli pisau sangkur.

“Kami pulang taruh sangkur. Pergi dan menjelang azan Magrib, kami kembali ke rumah untuk mengambil sangkur itu,” akunya.

Setelah itu, kedua tersangka pergi ke rumah korban. Mereka mangaku ingin menumpang buka puasa. Keduanya juga sempat makan sebelum menjalankan rencana jahatnya.

“Kami langsung menuju ke rumah korban sambil beli takjil. Alasan numpang berbuka puasa. Selesai makan, RH pura-pura ke kamar mandi. Mau ditikam tapi nggak jadi,” lanjutnya.

Karena rencana awal gagal, mereka akhirnya berpamitan pulang. Saat itu korban yang lengah langsung ditarik tubuhnya hingga terjatuh. YD lalu mencekik korban.

“Ditusuk pakai sangkur 10 kali. Karena korban berteriak, YD ambil sangkur, tusuk dan sayat leher korban,” kata RH.

Setelah memastikan korbannya tak bernyawa, YD pergi ke kamar dan mengambil uang Rp 2 juta serta handphone. “Tujuannya ambil uang untuk lari. Awalnya ke Sumbar. Tapi karena nggak ada tujuan, kembali ke Pekanbaru,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto menerangkan bahwa penangkapan pelaku dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan penemuan mayat. Dugaan awal merupakan kasus perampokan karena ada sejumlah barang yang hilang.

“Ada kendaraan dan uang yang hilang. Kami menggali dari CCTV. Pelaku pertama RH alias Abu Hamzah. Di sini, kami mendapatkan keterangan yang bersangkutan mendalami aliran tertentu yang dikoordinasikan dengan Densus,” terang Santo.

Sementara soal dugaan RH terlibat ISIS karena ditemukannya bendera ISIS ketika petugas melakukan penangkapan di rumah kontrakannya.

“Belum tahu apakah kedua pelaku dibawa ke Jakarta untuk pengembangan alirannya. Jika harus dibawa ke Jakarta, maka akan dibawa ke sana. Kami koordinasi dulu dengan Densus,” imbuh Santo.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaMasuk Bursa Cawapres Jokowi, Reaksi TGB Mengejutkan
Berita berikutnyaMengejutkan! Bendera RI Ternyata Berasal Dari Kain Tenda Bekas Warung Soto