Soal Divestasi Saham Newmont, KPK Tegaskan Bakal Panggil dan Periksa TGB


SURATKABAR.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus menyelidiki dugaan penyimpangan divestasi saham perusahaan pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), yang kini berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Dilansir dari laman CNNIndonesia.com, pada Jumat (6/7/2018), Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dengan tegas menyatakan tidak menutup kemungkinan akan meminta keterangan terkait dugaan rasuah tersebut dari Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

“Klarifikasi nanti. Bisa saja namanya lidik (penyelidikan) siapa saja bisa (diminta keterangannya). Lidik itu sangat terbuka sekali. Siapa saja bisa memberikan informasi untuk mendukung itu (penyelidikan),” ujar Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/7) malam, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Saat ini, lembaga antirasuah tersebut tengah mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah pihak terkait dugaan korupsi divestasi saham perusahaan tambang tersebut. Semua pihak yang berkaitan dengan divestasi saham PT Newmont sangat mungkin dimintai keterangan dalam proses penyelidikan.

Meski demikian, Basaria belum bersedia buka suara terkait siapa saja pihak yang nantinya akan dipanggil menjalani proses penyelidikan. Bahkan ketika disinggung arah penyelidikan terkait divestasi saham Newmont yang dibeli oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco Energi, ia menolak menjawab.

Baca Juga: TGB Dukung Jokowi, Respons Abdul Somad Singkat sekaligus Menohok

“Itu dalam tingkat lidik (penyelidikan). Kami enggak boleh (kasih) info itu. Enggak boleh, nanti. Setelah dia (penyelidikan) naik ke tingkat penyidikan, baru kita infokan,” tandas Basaria dengan tegas menolak menjabarkan informasi lebih lanjut.

KPK sendiri telah memanggil Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin untuk dimintai keterangan, pada Selasa (3/7) lalu. Namun demikian, Amin memilih tutup mulut di hadapan awak media ketika dimintai penjelasan terkait pemanggilannya tersebut.

Dengan tegas, Amin menyatakan tak memiliki kewajiban memberikan penjelasan kepada media terkait pemeriksaan dirinya oleh pihak KPK. Ia hanya membenarkan diklarifikasi sejumlah hal oleh KPK. Dan ia juga meminta pemanggilannya dikonfirmasi ke pihak KPK.

“Tidak ada kewajiban saya jelaskan. Iya (klarifikasi). Konfirmasinya di KPK saja,” ujar Amin songkat di Gedung KPK.

Sehari sebelum memenuhi panggilan KPK, dilansir CNNIndonesia dari Antara, Amin mengaku mendapat pangilan dari lembaga antirasuah untuk memberikan klarifikasi terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Dimintai konfirmasi, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan pemanggilan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin memang dilakukan untuk mengklarifikasi laporan dari masyarakat. Namun ia menolak menyebutkan klarifikasi yang dilakukan Amin terkait dengan kasus apa.