Saksi Kunci Korupsi E-KTP, Johannes Marliem Meninggal di Amerika. Benarkah Ditembak?


SURATKABAR.ID –  Saksi kunci terkait kasus korupsi E-KTP, Johannes Marliem dikabarkan meninggal dunia di Amerika. Berita tersebut telah dibenarkan oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah.


Namun terkait kabar yang berhembus, pihaknya masih belum bisa membocorkan informasi terlalu banyak. Lantaran peristiwa tersebut terjadi di Amerika. Ia mengaku masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.

“Benar, yang bersangkutan, Johannes Marliem, meninggal dunia, tapi kami belum dapat informasi yang lebih rinci, karena terjadinya di Amerika,” terang Febri ketika ditemui di Gedung KPK, Jakarta, dilansir dari laman tempo.co, Jumat (11/8/2017).

Baca Juga: Model Cantik Laporkan Walikota Kendari Terpilih ke Pihak Berwajib dengan Tuduhan ini

Dikatakan saksi kunci kasus besar, Marliem memiliki bukti yang berupa pembicaraan para perancang proyek e-KTP selama empat tahun. Ia pun pernah mengungkapkan bahwa rekaman tersebut bisa dijadikan bukti untuk menindaklanjuti kasus korupsi yang telah membuat negara merugi hingga sekitar RP 2,3 triliun.

Tak kurang dari 25 kali nama Marliem disebut oleh Jaksa dalam persidangan kasus yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka. Dirinya dikatakan turut aktif sejak awal pertemuan dan pembahasan proyek besar tersebut.

Bekerja sebagai Direktur Biomorf Lone LLC, perusahaan yang bergerak sebagai penyedia layanan teknologi biometrik di Amerika Serikat, Johannes Marliem juga disebutkan merupakan pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) di dalam proyek e-KTP.

Terkait kasus kematiannya Johannes Marliem yang ditemukan tewas di dalam tempat tinggalnya di Los Angeles, Amerika Serikat sekitar pukul 02.00, Kamis (10/8) dini hari waktu setempat, ada dugaaan saksi kunci korupsi e-KTP tersebut telah menembak dirinya sendiri, diwartakan detik.com, Jumat (11/8/2017).

Namun pihak kepolisian setempat belum bisa memberikan kepastian terkait penyebab pria tersebut tewas. Dari penelusuran yang dilakukan pihak kepolisian, laki-laki yang ditemukan tewas tersebut adalah Johannes Marliem.


Lebih lanjut, Febri menambahkan bahwa penyelidikan terhadap kasus korupsi e-KTP dipastikan akan terus berjalan, sedangkan kasus kematian Johannes Marliem akan menjadi tanggung jawab dari aparat setempat.

“Terkait dengan kematian yang bersangkutan, yang lebih rinci menjadi domain para penegak hukum setempat di sana,” tambahnya.

Loading...

Komentar

komentar


Berita Terpopuler