Ini Dia, 4 Alasan Tepat Sunarto Meninggalkan (Dahulu) Arema Untuk Saat Ini


SURATKABAR.ID Jagad media sosial di Malang khususnya, beberapa hari ini dibuat geger dengan berita soal keputusan manajemen Arema FC yang meminjamkan salah satu pemain kesayangan publik, Sunarto ke Persiba Balikpapan. Namun sebenarnya kepindahan ini bisa jadi momentum terbaik bagi karir penyerang berjuluk “The Joker” tersebut. Bagaimana bisa?


Publik, khususnya Aremania tampaknya sulit menerima bahwa pemain idola mereka Sunarto, akhirnya harus hengkang (meskipun dalam status peminjaman). Banyak diantara mereka yang merasa bahwa tidak selayaknya Sunarto menerima perlakuan “dibuang” seperti ini.

Tapi, sebenarnya banyak alasan bahwa Sunarto memang lebih baik untuk saat ini berada di luar Arema. Berikut adalah 4 alasan utama bahwa mengasah diri ke Persiba Balikpapan (saat ini) adalah pilihan terbaik bagi karir dan masa depan Sunarto.

  1. Persiba Adalah Tim Yang Tepat

Persiba saat ini masih terjerembab di dasar klasemen Liga 1, hanya dengan mengantongi satu kemenangan dari 16-pekan. Salah satu masalah utama klub berjuluk Beruang Madu tersebut ada di lini depan, hingga pekan ke-16 Persiba baru mencetak 12 gol.

Mereka sebenarnya punya sosok penyerang handal dalam diri kapten tim Marlon Da Silva De Moura. Sayangnya pemain asal Brasil ini tidak didukung rekan –rekan yang sebanding. Sehingga seringkali Marlon harus bekerja sendirian di lini depan.

Nah, disinilah nanti rupanya peran Sunarto akan sangat dibutuhkan oleh Pelatih Milomir Seslija. Karakter Marlon yang lebih suka menggocek dan membuka ruang, akan sangat pas dengan Sunarto yang bertipikal oportunis dan finisher sejati.

Diyakini bersama Beruang Madu, Sunarto juga akan mendapatkan lebih banyak jam terbang, dibandingkan saat dia membela Arema FC di putaran pertama. Tercatat dari 16-pekan, Sunarto baru bermain satu kali, itupun dari bangku cadangan.

Baca juga: Mulai “Cuci Gudang”, Secara Mengejutkan Arema FC Malah Lepas Penyerang Kesayangan Aremania Ini

  1. Waktu terbaik untuk pergi (sementara) dari Malang

Selama sewindu karir profesional di Malang bersama Arema FC, Sunarto terkenal sebagai “supersub” alias pemain spesialis pengganti, yang selalu mampu jadi pembeda ketika dimainkan. Bahkan hal ini yang akhirnya membuat penyerang berusia 26-tahun ini dijuluki “The Joker”. Silih berganti pelatih Arema, Sunarto tetap saja menjadi Joker. Kondisi ini semakin parah ketika musim ini Aji Santoso menjadi arsitek Singo Edan.

Sama – sama punya karakter oportunis, Aji lebih suka memberikan jatah penyerang utama kepada striker gaek Cristian Gonzales. Padahal mau tidak mau Gonzales sendiri sudah tampak mulai “habis” di usianya yang memang sudah menginjak 41 tahun.

Entah apa alasan sebenarnya Aji selalu memilih Gonzales ketimbang Sunarto.

Dengan usianya yang kini sudah menapak 26 tahun, Sunarto memang sudah masuk di usia emasnya, sehingga sebenarnya musim ini adalah momentum terbaiknya untuk membuktikan diri.

Dengan keberadaan Aji, dan juga Gonzales, tampaknya memang akan sulit bagi Sunarto untuk bisa membuktikan dirinya bisa berbuat lebih baik lagi.

Sehingga suka tidak suka tawaran dari Persiba, bisa jadi tiket emas bagi Sunarto untuk membuktikan bahwa ia adalah penyerang jempolan, yang tidak hanya spesialis bangku cadangan, namun juga bisa bermain konsisten saat bermain dari menit pertama.

Baca juga: Duh, Juan Pino Sekarang Malah Bikin “Galau” Arema FC, Ada Apa?

  1. Keberadaan Milomir Seslija

Bukan rahasia umum lagi, bahwa Sunarto di musim lalu, saat Arema Cronus berkompetisi di ISC 2016, adalah salah satu pemain kesayangan pelatih Milomir Seslija.

Hal tersebut dibuktikan dengan Sunarto yang bermain sebanyak 29 kali (4 starter) pada musim lalu. Milo yang memang mempercayakan starter lini depan kepada Gonzales, selalu rajin memberikan kesempatan pada Sunarto untuk beraksi di babak kedua. Seperti juga Sunarto, Gonzales juga bermain sebanyak 29 kali musim lalu.

Kepercayaan tersebut pun dibayar pemain asal Pakis Kabupaten Malang tersebut dengan torehan tiga gol di ISC A 2016. Selain juga performa apiknya yang selalu merepotkan pertahanan lawan.

Musim lalu Milo sebenarnya sudah sadar akan potensi besar Sunarto, namun sayangnya musim lalu Gonzales bersinar begitu terang dengan catatan 15 golnya saat itu, plus pemain naturalisasi asal Uruguay tersebut memang punya nama besar, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menempatkannya sebagai starter.

Kali ini di Persiba Balikpapan, Milo tak ada lagi “penghalang” untuk memberikan posisi line up kepada Sunarto. Milo tampaknya sudah tidak sabar untuk bisa menduetkan penyerangnnya saat ini Marlon Da Silva dengan Sunarto sebagai tukang gedor Persiba di putaran kedua.

Baca juga: Urung Gaet Lopez, Arema FC Justru Buru Marquee Player Baru Ini

  1. Keluar dari Julukan Joker, untuk menjadi Kartu AS

Punya julukan Joker bagi Sunarto sebenarnya bak memakan buah simalakama. Di satu sisi ia bangga, karena tak banyak pemain di Indonesia yang mendapat julukan khusus karena skillnya. Namun di sisi lain julukan ini seperti menunjukkan bahwa ia hanya pemain pelengkap dari bangku cadangan.

Julukan “The Joker” tampaknya akan terus disandang pemain yang diorbitkan Robert Albert tersebut jika ia terus mengenakan kostum Arema FC. Menyimpan harapan besar, ketika tahu Arema dilatih Aji Santoso yang notabene dikenal penyuka pemain muda, tapi ternyata harapan tinggalah harapan…

Sehingga jika pemain yang memang dikenal sangat mencintai Arema tersebut, ingin membuktikan dirinya bisa jadi “kartu As” dan bukan lagi sekedar Joker, maka pilihan terbaik bagi Sunarto adalah bermain bersama Persiba Balikpapan di putaran kedua.

Jika memang musim ini Sunarto berhasil membuktikan dirinya layak jadi kartu As (andalan) bagi Persiba Balikpapan dan membuktikan performa nya, maka bukan tidak mungkin musim depan Arema yang hampir pasti ditinggal Gonzales yang pensiun, akan memberikan satu slot penyerang utama bagi Sunarto, sekaligus merubah julukannya bukan lagi Joker melainkan kartu As.

Bagaimana Sunarto, apakah dia sudah siap untuk tidak lagi menjadi “The Joker” dan berubah sebagai Kartu As?

Dengan fokus pada pertandingan, dan konsistensi, penulis yakin, Sunarto akan meraih kebintangannya dalam waktu dekat. Karena dari segi skill dan pengalaman, tidak ada yang meragukan seorang Sunarto di Indonesia. Kini yang ia butuhkan hanyalah, kesempatan.

 

Komentar

komentar


Terbaru

Mantan Ajudan Ir. Sukarno: Saya Melihat Sukarno Coba Dibunuh Berkali-kali

SURATKABAR.ID – Bukan rahasia lagi jika Ir. Sukarno, bapak proklamator kemerdekaan Indonesia pernah beberapa kali berhadapan dengan maut. Tak hanya sekali dua kali, sejak...

Amien Rais: Ada Siluman Tertentu yang Pecahkan Kita

SURATKABAR.ID - Mantan Ketua Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais mengungkapkan kekhawatiranya mengenai terpinggirkannya nilai-nilai Pancasila serta adanya kekuatan tertentu yang mecoba memecah belah...

Bikin Haru! Veteran 93 Tahun Ini Bagikan Kisah Perjuangannya Melawan Penjajah Bersama Jenderal Ahmad...

SURATKABAR.ID – Memperingati hari ulang tahun ke-72 negara kita, tak terbayang rasanya betapa besar perjuangan para pahlawan terdahulu demi kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti yang...

Berbusana Adat Terbaik, Yasonna dan Oso Sumringah Terima Sepeda dari Jokowi

SURATKABAR.ID – Acara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017) rupanya telah dipersiapkan Presiden Jokowi agar penuh kejutan....

Bersalaman dengan SBY, Tamu Negara Tepuk Tangan Meriah untuk Presiden

SURATKABAR.ID – Riuh rendah tepuk tangan para hadirin bergema di acara perayaan Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia, di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan,...

Akankah Kemenkumham Berikan Remisi pada Ahok Hari Ini?

SURATKABAR.ID – Remisi kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum diberikan remisi oleh Yasonna H. Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM. Remisi kepada mantan Gubernur...

TPN-OPM Serahkan Diri, TNI: Mereka Melihat Pembangunan di Papua Semakin Maju

SURATKABAR.ID – Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) diberitakan sebelumnya merasa sangat tertipu oleh kelompok tertentu sehingga memutuskan untuk kembali bergabung dan...