Kisah Cinta Terlarang Bersemi di Perang Irak

kisah-cinta-terlarang-bersemi-di-perang-irak-cover

SURATKABAR.ID – Pada tahun 2003, Navrey Hrebid merupakan seorang penerjemah Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di Irak. Pekerjaan tersebut terpaksa Hrebid lakukan setelah tidak menemukan yang lainnya.

Dia ditempatkan di Ramadi, yang merupakan salah satu tempat terburuk kala itu, nyawa bisa terancam setiap saat. Jika ingin pergi ke luar rumah taruhannya adalan nyawa karena penembak jitu dan juga bom ada dimana-mana. Hrebid terus bertanya kepada dirinya sendiri, ‘kenapa aku di sini? kenapa aku melakukan ini?’

Bagaiamanapun kejadian itu, bertemu dengan seorang tentara Irak yang bernama Btoo Allami sudah merubah dirinya. Saat pertama kali melihat tentara tersebut, Hrebid merasakan ada sesuatu yang berbeda. Dia merasakan sesuatu yang indah meskipun berada di dalam tempat dan situasi yang buruk.

Hrebid menyembunyikan fakta bahwa dirinya merupakan seorang gay. Menjadi seorang gay di Irak merupakan perbuatan terlarang dan bisa mengakibatkan penjara hingga 15 tahun lamanya, atau bahkan lebih buruk dari itu.

Pernyataan Cinta dari Allami

kisah-cinta-terlarang-bersemi-di-perang-irak-a

Di waktu yang bersamaan, Hrebid tidak menyadari jika tentara Irak tersebut, Btoo Allami juga memiliki ketertarikan kepadanya.

‘Saya memiliki perasaan yang aneh di dalam dada seperti aku mencarinya (Hrebid). Perasaanku kian tumbuh setiap waktu dan aku ingin berbicara dengannya’ kata Allami, seperti yang dikutip di bbc.com.

Mereka berdua memiliki sebuah kesempatan untuk mengenal lebih dalam antara satu dengan yang lainnya ketika melakukan sebuah misi untuk membebaskan Rumah Sakit Umum Ramadi yang dikuasai pemberontak.

Setelah situasi mereda, mereka kembali ke rumah yang aman dan Allami mengundang Hrebid untuk makan dan berbicara dan berinteraksi dengan tentara lainnya. Hrebid mulai nyaman dengan Allami, mereka semakin sering berinteraksi dan hal tersebut membuat rasa cinta sang penerjemah kian tumbuh.

Tiga hari setelah acara makan malam bersama dengan tentara lainnya, Hrebid dan juga Allami menemukan sebuah alasan agar mereka bisa berbicara berdua. Mereka duduk berdua pada tempat parkir yang gelap, yang penuh dengan kendaraan tempur.

Dalam kesempatan tersebut, Allami menyatakan perasaanya kepada Hrebrd dan respon yang tidak terduga datang dari pria penerjemah tersebut. Hrebid membalas ungkapan cinta Allami tersebut dengan sebuah ciuman. Allami mengatakan dirinya sangat senang sekali sampai tidak makan selama dua hari.

Hubungan mereka bertumbuh setiap waktu karena kebersamaan yang dijalin di camp juga semakin meningkat. Dalam beberapa misi yang dijalankan, Hrebid ‘memaksakan’ untuk bisa bekerja sama dengan Allami, padahal sebenarnya dia harus bekerja sama dengan tentara Amerika.

Hubungan Allami dan Hrebid Terungkap 

Tidak lama berselang, rekan-rekan dari Amerika dan Irak mengetahui hubungan tersebut. Hrebid mengungkapkan kepada atasanya mengenai Btoo dan sang atasan membantunya membawa Allami untuk bersama di camp Amerika untuk beberapa malam.

Namun kenyataan pahit mulai menyergap, beberapa tentara tidak mau berbicara kepada Hrebid setelah mengetahuinya seorang gay. Salah seorang teman sesama penerjemah yang datang dari kota yang sama memukul Hrebit dengan tongkat kayu yang cukup besar dan berakibat luka pada lengannya.

Pada tahun 2007, Hrebid dan Allami ditugaskan ke Diwaniyah, Irak Selatan. Mereka beruntung masih bisa bersama dan terus merahasiakan hubungan mereka. Setelah itu pada tahun 2009, Hrebid mengajukan permohonan suaka di Amerika. Keterlibatannya di tentara Amerika cukup berbahaya.

Ia memikirkan cara tersebut, setelah berhasil rencananya dia akan membawa serta Allami. Hrebid tahu bahwa jika mereka tetap tinggal di Irak tidak akan ada masa depan yang jelas untuk hubungannya.

Bahkan jika terus tinggal di Irak, mereka berdua bisa berujung pada menikahi wanita di sana dan menyembunyikan jati diri mereka selamanya. Hrebid seperti mendapatkan angin segar ketika menonton tayangan serial TV Queer As Folk, dia menyadari masih banyak orang lainnya yang seperti dirinya di belahan dunia lain.

Hrebid akhirnya diberi suaka dan menetap di Seattle. Namun, usahanya untuk membawa Allami ikut serta tidak berhasil. Di sisi lain, keluarga Allami tahu jika ia gay dan mulai mencarikan sorang wanita untuk dinikahi.

Pernikahan Terwujud

kisah-cinta-terlarang-bersemi-di-perang-irak-c

Atas bantuan dari seorang teman Hrebid bernama Michaela Failla, yang merupakan seorang menteri di Universal Life Chruch di Seattle, ia akhirnya berhasil melarikan diri bersama dengan Allami ke Beirut.

Bagi Allami, itu adalah keputusan yang sangat sulit karena sebelumnya telah memiliki kontrak selama 25 tahun dengan tentara. Dan lagi, ia merupakan satu-satunya tulang punggung dalam keluarganya namun ia bertekat untuk bisa bersama dengan Hrebid.

Akhirnya, kepergian ke Beirut itu seperti menjadi jalan membawa Allami ke Vancouver, Kanada dimana Hrebid bisa mengunjunginya sewaktu-waktu. Mereka berdua tinggal di perbatasan Amerika dan Kanada  dan hanya bisa saling bertemu 1 minggu sekali.

Akhirnya pada Valentine 2014 mereka bisa menikah di Kanada. Tahun 2015, mereka mendapatkan izin untuk tinggal bersama. Keduanya menikah lagi di Olympic Penisula pada bulan Agustus 2015. Dengan bertema ‘dream wedding’ mereka bersyukur bisa tinggal besama dan dipertemukan setelah satu dekade tinggal berjauhan.

Komentar

komentar


Terbaru

Singgung Ahok, Fadli Zon: Masak Rapat sama Terdakwa?

SURATKABAR.ID – Kembali aktifnya Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI membuat sejumlah fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta merespon dengan penolakan. Bukan hanya...

Habib Rizieq Akhirnya Datang ke Aksi 212, Ini Alasannya

SURATKABAR.ID – Habib Rizieq Shihab selaku Imam Besar Front Pembela Islam turut mengikuti Aksi 212 Jilid II yang digelar pada Selasa, (21/02/2017) di depan...

Ahok Diberhentikan atau Tidak? Ini Jawaban MA

SURATKABAR.ID – Seperti diketahui, sebelumnya Tjahjo Kumolo selaku Menteri Dalam Negeri meminta fatwa dari Mahkamah Agung (MA) dalam menyikapi status Gubernur DKI Jakarta Basuki...

Begini Tanggapan Komisi III Terkait Aksi 212 Jilid II

SURATKABAR.ID – Aksi massa 212 Jilid II di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/02/2017) kemudian menuaikan hasil. Sejumlah anggota Komisi III DPR menemui...

Banjir Jakarta, Anies Tanya ke Warga Apa Ahok-Djarot Pernah Datang

SURATKABAR.ID - Anies Baswedan mengunjungi lokasi banjir di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Senin (20/2/2017). Dalam kesempatan tersebut, Anies bertanya pada Ketua RW 04...

Heboh! Tiga Serangkai Terbitkan Buku Anak Berisi Konten Dewasa

SURATKABAR.ID - Buku untuk anak seharusnya berisi tentang pembelajaran yang dapat menunjang perkembangan kognitif ataupun motoriknya. Namun, buku anak yang diterbitkan Penerbit Tiga Ananda,...

Kyai Noer Mantap Dukung Ahok-Djarot Karena Ini

SURATKABAR.ID - Pendiri dan Pengurus Pondok Pesantren Asshidiqqiyah, KH Noer Muhammad Iskandar, dengan mantap menyatakan pihaknya mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat pada...