Jasad Tanpa Kepala Ditemukan di Selat Malaka, Polisi: Sudah 21 Hari Meninggal Dunia


SURATKABAR.ID – Identitas salah satu jasad tanpa kepala yang ditemukan di perairan Selat Malaka, Bengkalis, Riau, akhirnya terungkap. Korban berjenis kelamin laki-laki itu, di ketahui bernama Paisal Ardianto warga Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Identitas jasad tersebut, teridentifikasi oleh Tim DVI dari foto selfie yang dikirimnya kepada keluarganya di kampung. Korban merupakan warga Dusun Gelam Dua, Kelurahan Bandar Khalipah, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sumut.

Kabid Dokkes Polda Riau, Kombes Adang Azhar mengatakan, identitas korban teridentifikasi, Jumat (7/12) pagi. Paisal merupakan korban yang memiliki badan paling tinggi diantara jasad lainnya, yaitu 177 centimeter.

“Berdasarkan secara medis, dia paling tinggi. Ditambah lagi data properti seperti baju dan celana. Sebelum berangkat sempat selfie dulu, pas lah foto dengan pakaian terakhir yang dikenakannya. Sesuai dengan hasil foto dari keluarganya. Makanya tidak diragukan lagi,” kata Adang, Jumat (7/12/18) sore, dikutip dari jawapos,com.

Baca Juga:Keji! Ini 5 Fakta Kematian Dufi, Mantan Jurnalis yang Jasadnya Dimasukkan dalam Drum

Saat ini, keluarga korban sudah datang ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk mengurus pemulangan jenazah ke kampung halaman. Rencananya, jenazah Paisal yang berusia 24 tahun ini, akan dibawa ke kampungnya di Kota Tebing Tinggi, Sumut.

Dengan teridentifikasinya identitas Paisal, maka sisa 6 jasad lagi yang belum diketahui identitasnya. Tim DVI kata Adang, terus bekerja untuk mengungkap identitas para jasad diduga korban kapal tenggelam tersebut.

“Tim terus bekerja. Sisa ada enam (jasad), semua sampel sudah diambil,” sebutnya.

Hingga kini, posko antemortem dan postmortem penemuan mayat di Bengkalis yang dipusatkan di RS Bhayangkara Polda Riau, sudah menerima 11 keterangan dari masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

“Semua yang tercatat merasa kehilangan ada 11 orang. Tim masih menampung adanya laporan lagi dan sudah mengambil keterangan serta tes DNA dari mereka. Saat ini tim masih menunggu hasil DNA. Ini merupakan jalan terakhir. Kalau betul keluarganya pasti tidak akan meleset,” kata dia.

Dari hasil pemeriksaan tim DVI, 10 jasad yang dibawa ke rumah sakit tersebut diperkirakan sudah 21 hari meninggal dunia. “Makanya semakin kesini semakin sulit. (Tubuh tinggal tulang belulang) bisa saja dimakan binatang di laut. Kita bersyukur masih ketemu bagian tubuhnya dan diperiksa DNA nya,” pungkasnya.