Izin Keluar Lapas, KPK Kantongi CCTV Wawan ke Hotel dengan Artis Wanita


SURATKABAR.ID – Wahid Husen yang merupakan Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin didakwa menerima suap dari tiga narapidana kasus korupsi. Salah satu yang diduga melakukan penyuapan terhadap Wahid Husen ialah Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Berdasarkan keterangan dari jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), selama berada di dalam lapas, adik dari mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah tersebut mendapat berbagai kemudahan.

“Terdakwa selaku Kalapas Sukamiskin telah memberikan kemudahan dalam hal pemberian izin keluar dari Lapas untuk Wawan selama beberapa kali,” ungkap jaksa dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jawa Barat, Rabu (05/12/2018). Demikian sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com, Kamis (06/12/2018).

Pada 5 Juli 2018, yang pertama, Wawan diberi izin dalam bentuk Izin Luar Biasa (ILB). Alasannya yakni mengunjungi ibunya yang sedang sakit di Serang, Banten. Padahal, Wahid mengetahui bahwa izin itu sengaja disalahgunakan oleh Wawan untuk menginap di Hotel Hilton Bandung selama 2 hari.

Selanjutnya, pada Juli 2018, izin keluar Lapas diberikan kepada Wawan dengan alasan berobat di Rumah Sakit Rosela, Karawang. Padahal, Wahid mengetahui bahwa izin keluar dari Lapas itu sengaja disalahgunakan Wawan.

Diungkapkan jaksa, mobil ambulance yang dibawa staf keperawatan Lapas Sukamiskin, Ficky Fikri tak menuju rumah sakit Rosela, melainkan hanya mengantar sampai di parkiran Rumah Sakit Hermina Arcamanik, Bandung.

Baca juga: Dapat Sel Mewah Lapas Sukamiskin Hingga Izin Keluar, KPK Periksa Suami Inneke Koesherawati

Sesampainya di parkiran rumah sakit, Wawan pindah ke mobil Toyota Innova warna hitam yang dikendarai stafnya Wawan yang telah menunggu. Kemudian, Wawan pergi menuju rumah milik Atut di Jalan Suralaya IV Bandung.

Setelah itu, masih kata jaksa, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Hotel Grand Mercure Bandung. Wawan kemudian menginap di hotel itu bersama teman wanitanya.

Info dari jaksa, Wahid diberikan uang Rp Rp 63,39 juta dari Wawan sebagai hadiah atas penyalahgunaan pemberian izin keluar dari Lapas, yang bertentangan dengan kewajiban Wahid.

KPK Kantongi Bukti CCTV?

Lebih lanjut, melansir reportase PekanBaru.TribunNews.Com, wanita yang disebutkan menginap bersama Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan di kamar salah satu hotel terkemuka Bandung tersebut berprofesi sebagai artis. KPK juga sudah mengantongi rekaman CCTV saat Wawan check in bersama artis tersebut.

Wawan sendiri merupakan terpidana kasus korupsi yang dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dalam kasus korupsi pembangunan tiga puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Selatan tahun 2011-2012.

Negara disebut-sebut telah dirugikan sebesar Rp 9,6 miliar oleh karena perbuatannya. Akibatnya, suami dari Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany itu dijebloskan ke dalam penjara korupsi Sukamiskin, Bandung.

Wahid Husen sendiri saat ini duduk sebagai pesakitan dalam kasus menerima suap dari Wawan. Ia didakwa menerima suap dari narapidana korupsi Tubagus Chaeri Wardhana sejumlah Rp 63,39 juta, karena memberikan kemudahan izin keluar lapas.

Dalam persidangan perdana kasus itu di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (05/12/2018), Jaksa Penuntut Umum KPK Trimulyono Hendradi membacakan surat dakwaan yang juga mengungkapkan Wawan menyuap Wahid Husen demi menginap di hotel bersama teman wanitanya.

Siang tadi, Kamis (06/12/2018), Jaksa KPK M Takdir menuturkan Wawan menginap di salah satu hotel di Kota Bandung bersama dengan artis.

“Teman wanitanya itu diduga seorang artis,” demikian diungkapkan oleh M Takdir.

Sayangnya, Takdir tak mau menyibakkan nama maupun inisial artis tersebut. Ia berdalih, semua data dan bukti menyangkut kasus Wahid Husen dan Wawan akan dikuak saat persidangan.

“Semua yang ada dalam surat dakwaan, termasuk teman wanita TCW yang bukan istrinya, akan diungkap pada persidangan,” tukasnya.

M Takdir juga mengimbuhkan, KPK juga sudah mengantongi rekaman CCTV saat Wawan check in bersama artis tersebut.

“Kita sudah kantongi rekaman CCTV. Ada CCTV pas check in. Nanti akan dibuka di persidangan,” ucapnya.

“Alasannya mengunjungi ibunya yang sedang sakit di Serang, Banten. Padahal terdakwa mengetahui bahwa izin keluar dari Lapas tersebut sengaja disalahgunakan oleh Wawan untuk pergi menginap di Hotel Hilton Bandung selama 2 hari,” tambah jaksa Trimulyono.

Wawan juga diketahui mempunyai asisten pribadi yakni Ari Arifin yang pernah dipenjara. Namun, setelah keluar, ia tetap bertugas membantu segala kebutuhan Wawan seperti mengurusi makanan, berkoordinasi dengan pihak-pihak luar yang ingin bertemu dengan Wawan, hingga mengurus izin keluar dari Lapas seperti izin berobat dan Izin Luar Biasa (ILB) kepada Wahid.

Atas perbuatannya, Wahid didakwa Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.