Sebut Budek dan Buta, Ma’ruf Amin Heran Ucapannya Dipersoalkan


SURATKABAR.ID – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin menyindir orang-orang yang tidak mengakui keberhasilan pembangunan era pemerintah Joko Widodo atau Jokowi. Menurut dia, hanya orang yang ‘buta’ dan ‘budek’ yang tidak mengakui keberhasilan itu.

“Orang yang sehat dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan Pak Jokowi, kecuali orang yang budek saja enggak mau mendengar informasi dan orang yang buta saja yang enggak bisa melihat kenyataan,” kata dia di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jakarta, Sabtu, (10/11/18) dilansir dari tempo.co.

Menurut Ma’ruf Amin, selama memimpin, Jokowi berhasil membangun banyak infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara. Selain itu, Jokowi juga berhasil membangun banyak fasilitas pendidikan dan kesehatan. Lewat pembangunan itu, kata dia, Jokowi berhasil memangkas kesenjangan sosial di masyarakat.

Mantan Ketua MUI ini mengatakan manfaat pembangunan itu terbukti di Papua Barat. Dia mengatakan banyak masyarakat di sana menganggap semua proyek infrastruktur adalah milik Jokowi. Ada pula masyarakat yang menganggap dana desa juga milik Jokowi.

Baca Juga: Prabowo Dianggap Politikus Genderuwo, Gerindra: Kami Tidak Pernah Menakuti Rakyat

Padahal semua itu didanai APBN. “Itu karena kebijakan Jokowi, maka mereka bilang itu berkat Jokowi,” kata dia.Selain itu, Ma’ruf Amin mengatakan bukti lainnya adalah banyaknya pihak yang mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi – Ma’ruf dalam pemilihan presiden 2019. Dia mengatakan itu adalah bukti banyak masyarakat mulai merasakan manfaat dari kinerja pemerintahan Jokowi.

Dilansir dari detik.com, Ma’ruf Amin menyebut hanya orang ‘budek’ dan ‘buta’ yang tidak bisa melihat prestasi Presiden sekaligus capres petahana Joko Widodo. Ia menegaskan, ucapannya tidak menuduh seseorang.

“Saya tidak marah, dan bukan sedang menuduh siapa-siapa. Saya cuma bilang, kalau ada yang yang menafikan kenyataan, yang tak mendengar dan melihat prestasi, nah sepertinya orang itu yang dalam Alquran disebut ṣummum, bukmun, ‘umyun. Budek, bisu, dan tuli,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf menjelaskan, yang ia katakan termuat dalam ayat Alquran. Ia merasa heran jika ucapannya disoal.

“Artinya orang yang tak mendengar, orang yang tak mau melihat, yang tak mau mengungkapkan kebenaran itu namanya bisu, budek, buta. Jadi itu bahasa ‘kalau’ ya. Saya tak menuduh orang, atau siapa-siapa. Saya heran, kenapa jadi ada yang tersinggung. Tak menuduh dia kok,” kata Ma’ruf.

“Kecuali kalau saya menuduh, kamu itu (pelakunya), nah baru itu (masalah). Jadi tak ada yang salah dengan kalimat itu,” ujarnya.

Ma’ruf juga menjawab ketika ada yang menuduhnya telah menyindir orang yang secara fisik adalah ‘buta’ maupun ‘budek’.”Tak ada konteks buta (fisik). Saya cuma bilang, yang tak mengakui itu kayak orang buta karena tak mau melihat. Kayak orang budek karena tak mau mendengar. Kayak orang bisu yang tak mau ungkapkan kebenaran.

Itu saja sebenarnya. Kalimat itu juga biasa bunyi di Alquran. Lihat saja di Alquran kalau tak percaya,” urai Ma’ruf.