Jawab Sindiran Gerindra, Istana: Jokowi ke Donggala Sebagai Presiden


SURATKABAR.ID – Niat Presiden Joko Widodo untuk mengunjungi mengunjungi lokasi gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah dipermasalahkan oleh Partai Gerindra. Pasalnya, status Jokowi saat ini juga tengah menjadi salah satu kandidat capres di Pilpres 2019.

Dikutip dari laporan Kumparan.com, Minggu (30/09/2018), Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Antarlembaga Adita Irawati, kapasitas Jokowi ke lokasi gempa dan tsunami adalah sebagai presiden. Jadi otomatis segala perangkat dan fasilitas negara melekat pada Jokowi.

“Beliau akan datang sebagai presiden yang sebagai kepala negara ingin meninjau langsung wilayah yang terdampak dan juga korban gempa,” ujar Adita Irawati, Sabtu (29/09/2018).

Sebelumnya, melalui Juru bicara capres cawapres nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono menuturkan, pemerintah wajar menyalurkan bantuan kepada korban gempa. Namun Ferry tak ingin bantuan yang diberikan Jokowi di luar tugasnya sebagai presiden, memanfaatkan fasilitas negara yang dimiliki oleh Jokowi sebagai presiden.

“Kandidat (presiden) pun juga bisa datang. Cuma yang jadi masalah kan salah satu kandidat ini sekarang posisinya sebagai presiden. Tentu ini yang harus dibatasi jangan sampai kemudian fasilitas kenegaraan kemudian juga digunakan,” imbuh Ferry di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/09/2018).

Baca juga: Kekuatan Gempa 200 Kali Bom Hiroshima, Jokowi Akan Pimpin Operasi Kemanusiaan Donggala-Palu

Prabowo-Sandiaga juga Akan Datangi Donggala-Palu

Menurutnya, dalam waktu dekat Prabowo-Sandiaga juga akan mendatangi Donggala dan Palu untuk memberikan bantuan secara langsung.

“Tapi di luar itu dalam waktu dekat ini kita harus kita akan ke sana. Kemarin ke Lombok pun Pak Prabowo Subianto Pak Sandiaga Uno juga datang dan memberikan bantuan,” lanjutnya.

Setidaknya ada 131 gempa susulan yang kembali mengguncang Kota Palu dan sekitarnya, pascagempa 7,4 magnitudo dan tsunami, Jumat (28/09/2018). Lalu 5 gempa di antaranya tercatat sebagai gempa yang memiliki getaran cukup besar dan dirasakan masyarakat daripada gempa susulan lainnya. Jumlah korban sementara, lebih dari 400 orang meninggal.

Sementara itu, dilansir dari laporan Republika.co.id, Presiden Jokowi di sana akan memberikan arahan prioritas yang harus dilakukan untuk menangani gempa dan tsunami Palu ini. Presiden juga akan memberikan arahan mengenai keputusan yang diperlukan sehubungan dengan dampak bencana di lapangan.

“Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban dan juga pengiriman bantuan,” tukas Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sabtu malam (29/09/2018), dikutip dari siaran resmi Istana.

Menurutnya, ada faktor lain yang membuat Presiden memutuskan untuk segera meninjau langsung ke daerah terdampak gempa dan tsunami. Faktor itu tak lain adalah melakukan koordinasi dalam menangani dampak gempa dan tsunami akibat terputusnya jalur komunikasi.

Naik Pesawat TNI AU

Dalam kunjungan ke Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah ini, Presiden dan rombongan menggunakan Pesawat Boeing 737-400 TNI AU melalui Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Surakarta. Rombongan Presiden lepas landas pada pukul 10.07 WIB.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan penggunaan Boeing 737-400 TNI AU dalam kunjungan kali ini dikarenakan kondisi landasan pacu Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu.

“Landasan pacu yang bisa digunakan hanya sepanjang 2.000 meter dari 2.400 meter landasan pacu yang ada dan kemarin saya bersama rombongan menggunakan jenis pesawat Boeing 737-400,” tutur Hadi.

Rencananya, setibanya di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Presiden dan rombongan akan meninjau beberapa lokasi yang terkena dampak gempa dan tsunami, yakni Pantai Talise, Perumahan Balaroa, dan Rumah Sakit Wira Buana.

Dalam penerbangan ke Palu ini Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.