Mengaku Punya Bukti Kuat, Setnov Siap Bantu KPK Tuntaskan Skandal Bank Century


SURATKABAR.ID – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya Novanto (Setnov) dengan tegas menyatakan dirinya siap dan bersedia buka-bukaan demi dapat membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan kasus skandal dana talangan Bank Century tahun 2009 silam.

Setnov, seperti diwartakan CNNIndonesia.com pada Jumat (14/9/2018), mengungkapkan dirinya mengantongi sejumlah alat bukti yang diklaim cukup kuat untuk digunakan dalam membongkar kasus beserta seluruh pihak yang ikut terlibat.

Ketika kasus Century bergulir, ia tengah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Dan DPR pada kala itu membentuk Panitia Khusus (Pansus) Bank Century serta menempatkan mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham untuk menduduki kursi Ketua Pansus.

Hal tersebut ia kemukakan lantaran sebelumnya KPK mengungkapkan hingga saat ini pihaknya masih terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti mengenai kasus yang telah menyebabkan negara mengalami kerugian hingga angka Rp 6,7 triliun.

“Dulu yang kita tunjuk kan, ketuanya Pak Idrus Marham, dan saya suruh fraksi-fraksi bisa berikan suatu rekomendasi yang baik kepada KPK. Jadi kalau KPK memerlukan, saya sudah siap. Saya siap bantu KPK,” ungkap Setnov di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat pada Jumat (14/9).

Baca Juga: Setnov dan Eni Maulani Bertemu di Rutan KPK, Tak Disangka Begini Penjelasan Pengacara

Mantan politisi asal Jawa Barat tersebut mengklaim dirinya mengantongi sejumlah bukti kuat yang ia kumpulkan dari hasil kinerja Pansus Bank Century. Dengan alat bukti tersebut, tandas Setnov, dapat digunakan untuk menyeret pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Bahkan, terpidana kasus tindak korupsi proyek pengadaan e-KTP ini menegaskan dengan ketersediaannya ini KPK akan sangat terbantu untuk segera merampungkan kasus yang terjadi pada era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

“Ya, tentunya saya punya data dan fakta yang akurat dan kuat, yang bisa saya berikan,” tutur Setnov.

Lembaga antirasuah sendiri mulai mengusut skandal Bank Century ini pada 2012. Dan berselang satu tahun, KPK langsung menetapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya sebagai tersangka.

Dalam persidangan, Budi dijatuhi hukuman penjara 12 tahun setelah dinyatakan bersalah oleh hakim. Bukti-bukti menunjukkan Budi menyalahgunakan wewenang terkait pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek serta menetapkan Bank Century sebagai bank gagal sehingga memberi dampak sistemik.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa kasus tersebut tidak akan berhenti hanya sampai Budi Mulya saja. Pihak penyidik KPK masih terus menyelidiki dan berhasil menemukan petunjuk lain tentang keterlibatan pihak lain.

Pihak penyidik sebenarnya sudah menyampaikan hasil dari penyelidikan tersebut pada pimpinan KPK. Namun pada saat itu Febri menolak buka suara memberikan konfirmasi terperinci mengenai pihak mana saja yang terlibat.