Geger Al Qur’an Palsu di Masjid, Ada yang Ganjil pada Tulisan ‘Allah’


SURATKABAR.ID – Keberadaan Al Qur’an palsu dengan sampul warna biru, tiba-tiba menimbulkan kegemparan bagi warga Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kitab suci umat Muslim tersebut ditemukan di sebuah masjid, pada Selasa (10/7) kemarin.

Dilansir dari laman JPNN.com, pada Rabu (11/7/2018), pada Al Qur’an tersebut terdapat tulisan Wakaf Mushaf Al Madinah. Menurut pengakuan warga yang sudah membacanya, Al Qur’an tersebut adalah palsu. Mereka pun segera melaporkannya ke Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Timur (Kutim).

Menanggapi penemuan tersebut, Kepala Kemenag Kutim Ambotang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelidiki kebenaran kabar yang menyebutkan bahwa ada Al Qur’an palsu. Menurut hasil pengamatan, pada Al Qur’an yang dihiasi tinta emas tersebut ditemukan satu keganjilan.

Jika pada umumnya tulisan ‘Allah’ ditulis dengan harakat atau garis tegak memanjang ke atas, maka berbeda dengan lafal ‘Allah’ yang terdapat pada Al Qur’an temuan warga tersebut. Pasalnya, pada Al Qur’an palsu ini ‘Allah’ ditulis dengan harakat miring.

Baca Juga: Al Quran Raksasa Berusia Ratusan Tahun Ada di Solo, Begini Kondisinya Sekarang

“Semua kalimat ‘Allah’ berubah. Sudah kami bandingkan. Yang benar adalah emamnjang ke atas. Jika dibaca akan berbeda. Satu Allah atau Alloh dalam bacaan Bahasa Arab, satunya Ala,” jelas Ambotang, seperti dikutip JPNN.com dari laman Prokal, pada Rabu (11/7/2018).

Lebih lanjut, Ambotang menambahkan bahwa menurut keterangan yang dikumpulkan dari para warga, Al Qur’an palsu tersebut merupakan pemberian dari salah satu perusahaan tambang. Hal tersebut seperti yang terlihat dari stempel perusahaan yang tertera pada Al Qur’an tersebut.

Terkait kasus ini, Ambotang menegaskan bahwa pihaknya akan mendiskusikan hal tersebut secara internal terlebih dahulu sebelum meminta pendapat dans aran dari semua tokoh agama. “Hal ini akan kami bicarakan internal dulu. Setelah itu kami akan bahas pada semua tokoh agama, khususnya MUI.”

Untuk menghindari penyebaran Al Qur’an palsu di lain tempat, Ambotang meminta kepada warga untuk segera melaporkan ke Kemenag. “Sangat membahayakan. Ada keganjilan di dalamnya. Perlu ditelusuri dulu. Untuk itu, silakan warga menyerahkan kepada kami,” pungkas Ambotang.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler

Loading...

Berita sebelumyaAhok Dikabarkan Bebas Bulan Depan, Begini Penjelasan Kemenkumham
Berita berikutnyaGiggs Menduga Kepindahan Ronaldo ke Juventus Terkait Lionel Messi