Makan di Warung Sederhana, Pemudik Ini Kaget Saat Disodori Tagihan


SURATKABAR.ID – Mudik Lebaran selalu punya kisah menarik untuk disimak. Mulai dari anggota keluarga yang tertinggal di SPBU atau rest area, hingga pengalaman-pengalaman tak terlupakan lainnya.

Namun, pengalaman tak menyenangkan dialami oleh tiga orang pemudik asal Madiun. Kisahnya pun viral setelah dibagikan di Facebook oleh Omot Cobain, Kamis (21/6/2018).

Kejadian bermula ketika ketiga pemudik ini kelaparan dalam perjalanannya dari Madiun menuju Bogor. Ketiganya pun memutuskan mampir sejenak untuk makan.

Kala itu hari sudah malam dan mereka tengah berada di Pemalang. Setelah melihat kiri-kanan, mereka akhirnya memilih tempat makan bernama “Warung Makan Sederhana”.

Baca juga: Tanpa Kompromi. Malaysia Larang TKA Jadi Juru Masak di Restoran

Ketiga orang ini pun memesan makanan untuk mengisi perut, yaitu 3 porsi sate kambing masing-masing 10 tusuk, 3 sop kambing, 1 kopi item, 1 es teh, 1 kopi jahe, dan 1 teh tawar.

Dengan kondisi perut yang lapar, ketiganya makan dengan lahapnya. Setelah makan, tentu saja mereka disodori tagihan oleh pemilik warung. Namun, alangkah terkejutnya para pemudik ini ketika melihat total harga yang harus mereka bayarkan. Pasalnya, tertera Rp 400 ribu di nota tagihan mereka.

Mereka merasa harga ini sangat tidak masuk akal. Itu artinya, setiap orang harus membayar Rp 130 ribu untuk sate dan sop kambing yang mereka makan.

Selain itu, menurut mereka pelayanan di Warung Makan Sederhana ini juga tak istimewa dan sama seperti warung-warung lainnya.

Akhirnya, pengalaman kecut ini dibagikan di Grup Facebook Info Arus Mudik dan Arus Balik.

Rasa sebenarnya jg biasa, ga ada istimewa nya. Selesai makan disodorilah tagihan yg ga masuk di akal. Rp. 400.000,-. Apa harga menu sesuai pesanan kita di atas sudah harga umum di wilayah Pemalang ?” tulis Omot, dikutip dari tribunnews.com.

Unggahan ini tentu langsung menarik perhatian netizen. Tak sedikit yang mengatakan bahwa sejumlah oknum penjual makanan menggunakan kesempatan selama musim Lebaran untuk mendapat untung sebanyak-banyaknya.

Saya pemalang gan,dipemalang harga segitu gk wajar gan,mungkin itu harga mukul musim lebaran.ya begitu dan gk semua penjual di pemalang seperti itu,mungkin adanya kesempatan utuk dimanfaatkan,” tulis pemilik akun Sigit Zeanz yang mengaku sebagai warga Pemalang.

Komentar senada juga dituliskan oleh netizen dengan akun bernama Melky. “Cari kesempatan yang jual,. Apalagi dijalur sumatra dirumah makan yg lauknya dihidangin cuma dicolek dikit kuahnya dah masuk hitungan.” katanya.