Sadis! Kisah Mary Bell, Pembunuh Berantai Berdarah Dingin yang Gemparkan Inggris


(Peringatan: Beberapa konten berikut mungkin akan membuat pembaca merasa tidak nyaman).

SURATKABAR.ID – Jika melihat fisik dan namanya, tak akan ada yang menyangka gadis ini adalah seorang pembunuh. Ya, Mary Bell, merupakan salah satu pembunuh berantai yang usianya paling muda yang pernah menggemparkan Inggris. Di usianya yang baru menginjak 11 tahun saja, Mary dan seorang temannya sudah mampu mencekik dan memutilasi dua orang anak lelaki. Pada abad kedua puluh, persidangannya menjadi salah satu hal yang paling sensasional pada saat itu.

Mengutip reportase NationalGeographic.Grid.id, Rabu (30/05/2018), diketahui bahwa Mary lahir pada tahun 1957 dari ibu seorang p*elacur spesialis masokis. Ibunya tersebut bernama Betty McCrickett. Betty kemudian menikahi Billy Bell, meskipun kehidupan rumah mereka terus berlangsung tidak stabil apalagi normal sebagaimana mestinya keluarga yang ideal. Mereka tinggal di Scotswood, daerah dengan tingkat kriminalitas tinggi di Newcastle.

Mary mengklaim bahwa ibunya mencoba membunuhnya pada beberapa kesempatan, dan dia bersaksi bahwa dirinya sering mengalami pelecehan seksual.

Pembunuhan Pertama

Pada saat terjadi pembunuhan, dia sudah dikenal di sekolah sebagai pencari perhatian.

Pembunuhan Mary Bell pertama terjadi pada 25 Mei 1968, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-11. Saat itu, tubuh Martin Brown yang berusia empat tahun ditemukan di sebuah rumah kosong di Scotswood.

Baca juga: Bengis! Usia Masih Kecil, 5 Anak Ini Lakukan Kriminal Paling Jahat Sepanjang Masa

Meskipun Mary mencekik bocah itu, cengkeramannya tak cukup kuat untuk meninggalkan bekas. Sehingga hal itu menyebabkan ketidakpastian tentang penyebab kematian korban.

Dua hari kemudian, Mary dan Norma Bell, temannya yang berusia 13 tahun, menerobos masuk sekolah dan merusak kelas-kelas. Setelah merusak, Mary dan Norma meninggalkan sebuah catatan dan mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Catatan ini dianggap sebagai lelucon oleh pihak kepolisian setempat.

Pembunuhan Kedua

Pada tanggal 31 Juli 1968, Mary melakukan pembunuhan untuk kedua kalinya. Mary dan Norma mencekik Brian Howe yang berusia tiga tahun, lalu meninggalkan tubuhnya di tanah kosong di daerah Scotswood.

Lebih sadis lagi, sebelum mereka meninggalkan TKP, Mary mengukir huruf “M” pada perut bocah malang tersebut dengan menggunakan gunting.

Kesadisan Mary tak berhenti sampai di situ, dia juga memotong sebagian rambut korban, menyayat kakinya, dan memutilasi alat kelamin korban. Demikian dilansir dari TribunNews.com.

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan bahwa pelakunya memang anak-anak karena kekuatan membunuhnya yang relatif kecil.

 

 

Detektif kemudian membawa kedua gadis itu untuk diinterogasi lebih lanjut. Kasus ini disidangkan pada bulan Desember 1968. Dalam persidangan, “rekan” Mary yang bernama Norma Bell itu mengatakan bahwa dirinya sempat memohon agar Mary berhenti menyakiti Howe.

Dalam persidangan, Norma dibebaskan dalam kasus pembunuhan. Berbeda dengan Mary yang tetap dijatuhi hukuman.

Mary dipenjara pada penjara anak di Red Bank Community Home dan dibebaskan setelah selesai menjalani hukuman selama 12 tahun. Ketika dibebaskan pada tahun 1980, Mary berusia 23 tahun. Sumber lain menyebutkan Mary ditahan di rumah sakit jiwa dan dibebaskan di umur 23 tahun tersebut.

Karena Mary termasuk dalam kategori “di bawah umur” saat melakukan pembunuhan tersebut, ketika Mary terbebas dari hukuman, dirinya pun diberikan nama dan identitas baru.

Meski pun demikian, sejak saat itu masih banyak orang dan wartawan yang terus berusaha menemukan Mary, si pembunuh yang sadis nan bengis itu.