Jleb! JK Sindir Pembagian Takjil Berlabel #2019GantiPresiden


SURATKABAR.ID – Pembagian takjil gratis berlabel #2019GantiPresiden di area Masjid Cut Mutia, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018) lalu ternyata memicu pro dan kontra.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai aksi para relawan tersebut tak etis dilakukan. Menurutnya, pemberian bantuan atau sedekah selama Ramadan seharusnya tak bermuatan politis.

JK menambahkan, saat memberikan bantuan, harusnya tak perlu disisipi muatan politis seperti tagar tersebut.

“Tentu itu tidak etis. Kalau ibadah ya ibadah saja, kalau memberikan bantuan ya memberikan bantuan saja, tidak perlu dimasukkan politik-politik begitu, kan,” ujar JK, di Jakarta, dilansir cnnindonesia.com, Sabtu (26/5/2018).

Baca juga: JK Sebut Pengurus Masjid Bertanggung Jawab atas Teror Bom di Surabaya

JK menambahkan, muatan politis saat memberikan sedekah atau bantuan selama bulan Ramadan sebenarnya tak tepat dilakukan. Ia menilai, aksi ini bisa dianggap sebagai kampanye terselubung.

Beberapa waktu belakangan, tagar #2019GantiPresiden memang tengah berseliweran di media sosial. Bahkan, tak sedikit yang telah menggunakan kaos dengan tagar tersebut.

Sementara itu, di sisi lain muncul tagar #DiaSibukKerja sebagai dukungan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kedua relawan berbeda pandangan politik ini juga sempat bergesekan saat Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Relawan berkaus #2019GantiPresiden diduga telah melakukan persekusi pada seorang ibu dan anaknya yang menggunakan kaos #DiaSibukKerja.

JK sebelumnya juga sempat berkomentar mengenai gesekan tersebut. Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena ketidakjelasan aturan kampanye oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasalnya, tak ada aturan jelas untuk melakukan kampanye sebelum masa pemilu dimulai. Aturan soal kampanye biasanya baru ditegakkan menjelang pemilu.

“Inilah sulitnya memang, kalau kampanye itu (dilakukan) sebelum pemilu. Itu tidak ada aturannya, justru tidak ada aturannya. Kalau masa kampanye ada aturannya. Ya ini salah,” tegas JK.