Memilukan! Jadi Korban Kebusukan Sang Suami, Istri Anggota ISIS Ini Kini Malah Dihukum Mati


SURATKABAR.ID – Sebanyak belasan wanita yang merupakan istri-istri dari para anggota kelompok radikal Negara Islam di Irak dan Suriah alias Islamic State in Iraq and Syria (ISIS), akhirnya dijatuhi hukuman mati di Irak, usai 3 tahun negara tersebut diduduki pasukan militan tersebut.

Para wanita tersebut, seperti dilansir dari laman Grid.ID, Rabu (23/5/2018), mengaku merupakan korban. Dan malangnya, sebagai korban mereka hanya mendapatkan waktu 10 menit untuk mengemis ampunan sebelum akhirnya hakim menjatuhkan hukuman.

Warga negara Prancis Djamila Boutoutao (29), bersaksi di depan pengadilan sebulan yang lalu: “Saya mengira telah menikahi seorang rapper. Namun ketika kami tiba di Turki dengan niat jalani liburan selama seminggu, saya menyadari suami saya seorang jihadis,” tuturnya.

Ia mengungkap perilaku suami yang kerap main tangan. Bahkan pria tersebut juga mengurungnya beserta anak-anak mereka dalam gudang karena menolak ikut ke Irak. “Saya adalah korban. Ia memukuli saya. Ia juga mengurung saya dan anak-anak di gudang ketika saya menolak mengikutinya ke Irak.”

Djamila hadir kembali dalam persidangan di pengadilan pekan lalu. Kali ini ia tak sendirian. Ada 14 wanita lain bersama dirinya. Dalam kesempatan kali ini, Djamila meminta ampunan agar dapat merawat buah hatinya. “Saya kecewa dan sangat marah,” tandasnya berapi-api.

Baca Juga: Astaghfirullah! WNI Eks Simpatisan ISIS Ungkap Fakta Pencengangkan, Jeratan Cinta Hingga ‘Pabrik Anak’

“Saya menghadapi hukuman mati, namun tak satu pun orang memberitahu saya apa yang sebenarnya terjadi. Jangan biarkan mereka (ISIS) membawa putriku pergi. Saya bersedia menawarkan uang jika yang Mulia dapat menghubungi orangtua  saya. Tolong keluarkan saya dari sini,” pinta Djamila.

Djamila hanyalah satu dari 1900 warga negara Prancis dan 40.000 warga negara asing yang tergabung dalam kelompok Al-Dawla al-Islamiya fi al-Iraqi wa al-Sham tersebut. Menurut data dan laporan dari The Guardian, sebanyak 40 wanita telah dijatuhi hukuman mati.

Sementara itu, ada lebih dari 20.000 orang yang ditahan dan 300 orang mendapatkan hukuman mati karena diduga telah melakukan afiliasi dengan ISIS. Di Baghdad sendiri ada lebih dari 1.000 orang dipenjara usai diidentifikasi sebagai anggota maupun hanya sebagai kerabat anggota ISIS.

Kebanyakan dari para tahanan wanita tersebut merupakan janda, sementara yang lainnya merupakan satu-satunya harapan terakhir bagi anak-anak mereka yang merupakan keturunan dari pria seorang teroris.

Bulan lalu, pengadilan Baghdad telah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada 19 wanita warga negara Rusia. mereka dituding bergabung dan juga mendukung kelompok teroris yang paling ditakuti tersebut.

Tak sedikit dari mereka mengaku telah ditipu oleh suami sendiri ketika melakukan kunjungan ke Irak. Salah seorang wanita memberi pengakuan mengejutkan: “Saya tidak tahu jika kami berada di Irak. Suami saya menjanjikan saya dan anak-anak liburan ke Turki. Namun kami dibohongi, dan nyatanya kami berada di Irak.”