5 Bom dalam 25 Jam, Jokowi Baru Akan Terbitkan Perppu Terorisme Bulan Depan


SURATKABAR.ID – Sejak Minggu (13/5/2018) pagi hingga siang ini, Senin (14/5/2018), telah terjadi 5 ledakan bom di Jawa Timur.

Tiga ledakan pertama terjadi di tiga gereja di Surabaya, yakni Gereja katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro.

Minggu malam, sebuah ledakan kembali terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Penghuni rusunawa sempat mengungsi karena takut ada ledakan susulan.

Pagi tadi, sekitar pukul 08.50 WIB, sebuah ledakan terjadi di pintu masuk gerbang Mapolrestabes Surabaya. Kemudian sekitar pukul 10.20 WIB, ledakan susulan kembali terdengar dari radius 500 meter dari gerbang utama Mapolrestabes Surabaya.

Baca juga: Bom Meledak Lagi di Surabaya, Ini Peritah Tegas Jokowi ke Polri

Menanggapi ledakan bom yang bertubi-tubi, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ia akan menerbitkan Peraturan Perundang-undangan (Perppu) Tindak Pidana Terorisme jika DPR tak juga merampingkan pembahasan Revisi UU Terorisme hingga bulan depan.

“Kalau Juni pada akhir masa sidang belum selesai saya akan keluarkan Perppu,” tutur Jokowi di JIExpo, Senin (14/5/2018), dilansir cnnindonesia.com.

Menurut Jokowi, pemerintah telah memberikan draf revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme ke DPR sejak Februari 2016 lalu.

Namun, setelah dua tahun berselang, belum juga ada UU baru yang menjadi payung hukum Polri untuk menindak tegas pelaku terorisme.

“Saya meminta DPR dan kementerian terkait yang berhubungan dengan revisi UU Tindak Pidana Terorisme yang sudah kami ajukan Februari 2016 untuk segera diselesaikan secepatnya dalam masa sidang berikut 18 Mei,” tutur Jokowi.

Payung hukum soal terorisme memang sangat diperlukan oleh Polri. Terlebih makin maraknya serangan teror beberapa waktu belakangan.

Kemarin, Jokowi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanti, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Menko Polhukan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno langsung meninjau kondiri si Surabaya.

Jokowi menegaskan bahwa dirinya mengecam tindakan terorisme tersebut dan meminta Polri memberantas kelompok teroris hingga tuntas.