Korban Gantung Diri Ditemukan Setahun Kemudian di Rumah Kosong, Kondisinya Memprihatinkan


Rumah kosong tempat penemuan mayat tanpa identitas di Desa Kiringan, Boyolali, Minggu (1/4). Foto: Jawa Pos

SURATKABAR.ID – Penemuan mayat dengan kondisi mengenaskan membuat geger warga di Dukuh Karangasem RT 04 RW 09, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali pada Minggu (1/4) siang. Pasalnya, kondisi mayat tersebut tinggal tulang belulang.

Tempat penemuan mayat itu adalah sebuah rumah kosong yang merupakan milik Wahyuni dan sudah lima tahun tak ditempati. Mayat itu diduga adalah orang yang b***h diri setahun lalu.

Mayat yang diduga mati gantung diri tersebut susah dikenali identitasnya. Pasalnya, kepalanya sudah terlepas dari badan serta menjadi tengkorak. Sebagian tubuhnya pun sudah berubah menjadi tanah.

“Diperkirakan meninggal sudah satu tahun yang lalu,” ujar Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto mewakili Kapolres, AKBP Aries Andhi, seperti dilansir dari JawaPos.com.

Mayat tanpa identitas diduga mati b***h diri. Foto: Jawa Pos

Lebih lanjut, Willy menyampaikan bahwa mayat itu ditemukan oleh Sarono (30) dan Dwi Kusmawan (20), warga Gatak Kebontimun, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota. Ketika itu mereka bermaksud mencari rumput di sekitar rumah kosong itu.

Baca juga: Pasutri Ini Nekat B***h Diri Bersama Lantaran Tak Tahan dengan Tingkah Sang Anak, Begini Isi Surat Wasiatnya

Ketika keduanya mengambil rumput, tercium bau busuk dari dalam rumah kosong tersebut. Karena penasaran, mereka pun memberanikan diri mengintipnya dari jendela.

“Saksi satu dan dua melihat ada sesosok tubuh seperti manusia yang sebagian menjadi tanah dan kepalanya lepas dan sudah menjadi tengkorak,” papar Willy.

Enam Bulan Lalu

Terjadi kasus serupa yakni b***h diri enam bulan lalu di Boyolali. Seorang pria bernama Subandi (45), warga Kampung Widosari, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali, nekat gantung diri untuk mengakhiri hidupnya.

Ia ditemukan tak bernyawa di garasi mobilnya dengan ada seutas tali pada Sabtu (30/9/2018) pagi.

Pemeriksaan dilakukan oleh jajaran Polsek Boyolali Kota bersama dengan petugas kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

Diduga aksi nekat Subandi dipicu permasalahan keluarga. Hal tersebut terbukti melalui tulisan di ponsel korban yang merupakan pesan darinya sebelum mengakhiri hidupnya.

 “Aku ngene, bojoku gen bebas,” kata Kapolsek Boyolali, AKP Setyo Budiyono ketika membacakan pesan dari korban di ponselnya.

Menurut keterangan Setyo, usai pemeriksaan dilakukan, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

“Hanya pemeriksaan luar saja, tidak kami otopsi. Karena tak ada kejanggalan dan keluarga menerima,” kata Setyo.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIsrael Tembaki Warga Gaza, Erdogan Lantang Sebut Netanyahu Teroris
Berita berikutnyaTanggapan Uskup Agung Jakarta Soal Pembongkaran Menara Masjid di Jayapura