Israel Tembaki Warga Gaza, Erdogan Lantang Sebut Netanyahu Teroris


Foto: Republika

SURATKABAR.ID – Benjamin Netanyahu disebut teroris oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia melontarkan pernyataan tersebut terkait kritikan terhadap Israel yang memberikan respons militer atas terjadinya demonstrasi di perbatasan Gaza.

“Anda tidak memiliki rasa malu menyerang kami, Netanyahu. Anda adalah penyerbu dan sekarang hadir di tanah itu sebagai penyerang. Pada saat yang sama, Anda adalah seorang teroris,” kata Erdogan kepada pendukungnya, seperti dilansir dari Republika.co.id.

Ia pun menyebut bahwa Israel merupakan negara teroris. “Semua orang sudah mengetahui apa yang telah Anda lakukan di Gaza dan Yerusalem. Tidak ada satu pun yang menyukai Netanyahu di dunia ini,” katanya.

Atas pembunuhan terhadap 15 orang Palestina Jumat lalu selama demonstrasi, Israel melakukan pembelaan. Netanyahu menyebut dalam sebuah kicauan bahwa tentara Israel takkan diberi nasihat oleh negara yang sudah bertahun-tahun memborbardir penduduk sipil, mengacu pada negara Turki.

“Erdogan tidak terbiasa untuk dikiritik tapi ia harus mulai membiasakan diri. Dia yang menduduki Siprus utara, melanggar batas wilayah Kurdi dan pembantaian warga sipil di Afrin. Ini artinya dia tidak dapat menasehati kami tentang nilai-nilai dan moral,” ucap Netanyahu.

Baca juga: Bentrokan Kembali Memakan Korban, OKI Minta PBB Segera Hentikan Kekerasan Israel

Terkait peristiwa demonstrasi di Gaza, Menteri Pertahanan Israel sudah menyatakan menolak menyelidikinya. Kelompok dominan Palestina di Gaza, Hamas, menyebut kalau lima dari para korban tewas merupakan anggota dari sayap bersenjatanya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman. Ia, sebaliknya, justru memberikan pujian atas tindakan pasukannya yang dianggap sudah memberi perlindungan terhadap keamanan Israel.

“Tentara Israel melakukan apa yang diperlukan. Saya pikir semua prajurit kami berhak mendapatkan medali,” ujar Lieberman kepada Radio Angkatan Darat Israel, Minggu (1/4/2018).

Ditegaskan olehnya bahwa takkan dilakukan penyelidikan mengenai tewasnya warga Palestina lantaran ditembak oleh pasukan keamanan Israel. “Untuk komisi penyelidikan, tidak akan ada,” katanya.

Seperti diketahui, ribuan warga Palestina berdemonstrasi di perbatasan Israel pada hari Jumat (30/3/2018). Mereka menggelar aksi ini untuk menuntut Israel mengembalikan tanah-tanah yang direbut selama masa perang di Arab-Israel tahun 1948 kepada pengungsi Palestina.

Bentrok akibat aksi tersebut tak dapat dihindari saat massa mendekati pagar perbatasan Gaza-Israel. Segera pasukan keamanan Israel memberondong dengan tembakan. Akibatnya, 15 warga Palestina tewas serta lebih dari 1.000 lainnya terluka.

Rencananya aksi demonstrasi di perbatasan Gaza-Israel bakal dilakukan untuk beberapa pekan. Puncak aksi bakal digelar pada 15 Mei nanti pada peringatan hari kelahiran Israel.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaMendagri Ancam Pecat Anies, Hidayat Nur Wahid Angkat Bicara
Berita berikutnyaKorban Gantung Diri Ditemukan Setahun Kemudian di Rumah Kosong, Kondisinya Memprihatinkan