Sama-Sama ‘Hanya’ Jadi Orang Kedua, Curhatan JK dan Boediono di Luar Dugaan


SURATKABAR.ID – Jusuf Kalla (JK) terhitung telah dua kali menjabat sebagai wakil presiden Indonesia. Pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan saat Joko Widodo (Jokowi) memimpin. Sementara Boediono merupakan wakil presiden era Kepemimpinan SBY periode kedua.

Hanya bisa menempati posisi sebagai orang nomor dua Indonesia, bagaimana keluh kesah mereka berdua?

JK dan Boediono buka-bukaan terkait suka dan duka ‘hanya’ dipercaya sebagai orang nomor dua, seperti yang dikutip Tribunnews.com, Sabtu (31/3/2018) dari akun YouTube Metrotvnews, ketika mendapatkan pertanyaan menohok dari pembawa acara Mata Najwa.

“Apa enaknya dan tidak enaknya jadi orang nomor dua, Pak?” tukas Najwa Shihab blak-blakan, yang langsung disambut tawa terbahak dari orang nomor satu Indonesia, Jokowi, yang saat itu turut hadir di studio.

Mendengar pertanyaan tak terduga itu, baik JK maupun Boediono sama-sama tertawa. Dan bukannya langsung menjawab, keduanya justru saling tunjuk siapa yang harus buka mulut terlebih dahulu. “Dia dulu!” seru Boediono sambil terkekeh.

Baca Juga: Tolak Dampingi Jokowi di Pilpres 2019, JK Akan Maju Sebagai Capres?

Dan mau tak mau, JK menerima tantangan dengan memberikan jawaban lugas. Ia mengungkapkan suka menjadi orang kedua Indonesia adalah, dapat berbuat sesuatu. Lalu ketika perbuatannya salah atau keliru, maka orang nomor satu alias presiden-lah yang harus bertanggung jawab.

“Oh, enaknya kita boleh berbuat sesuatu yang bertanggung jawab nomor satu,” katanya. “Kalau kita salah, bukan kita yang dipanggil ke DPR,” tambah JK, yang langsung ditanggapi seluruh penonton studio dengan tawa keras.

Setelah buka-bukaan tentang enaknya menjadi orang nomor dua, JK kemudian menyebutkan duka menjadi wakil presiden. Politisi senior tersebut mengatakan bahwa setiap kerja keras yang ia lakukan selalu diatasnamakan orang nomor satu. “Kalau kita kerja keras atas nomor satu juga,” ungkap JK.

“Ya, itu nasib orang nomor dua,” sahut Boediono yang setuju dengan pernyataan JK sebelumnya.

Ada satu lagi pernyataan menggelitik yang keluar dari mulut seorang JK terkait tidak enaknya ‘hanya’ menjadi orang nomor dua di Indonesia, di mana gaji yang diterima di bawah gaji orang nomor satu. “Gajinya lebih kecil,” kelakar JK.