Heboh Nasabah Adukan Rekeningnya Dibobol, BRI: Ternyata Diambil Istri


SURATKABAR.ID – BRI atau PT Bank Rakyat Indonesia Tbk telah memberikan pernyataan pastinya bahwa raibnya uang tabungan milik Lukas—tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Blitar, Jawa Timur yang bekerja di Malaysia—tidak dicuri tetapi diambil oleh istrinya. Sebelumnya, Lukas sempat menduga bahwa uang yang raib dari rekeningnya terjadi akibat kebobolan dengan modus operandi skimming oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

Seperti dilaporkan dalam Tempo.co, Kamis (15/03/2018), Bambang Tribaroto selaku Corporate Secretary Bank BRI kemudian memberikan konfirmasinya kepada awak media, “Atas laporan nasabah BRI Cabang Blitar dengan nama Lukas, bahwa saldo rekening tabungannya hilang secara tiba-tiba dapat kami pastikan bahwa hal tersebut bukan akibat skimming,” tutur Bambang melalui pesan singkat pada Rabu malam (14/03/2018).

Bambang melanjutkan, kehilangan tersebut ternyata hanya akibat miskomunikasi dengan istri dari Pak Lukas.

“Kami sudah mengecek kepada yang bersangkutan dan terbukti hal tersebut merupakan miskomunikasi antara pelapor dan istrinya. Ternyata duit sudah diambil istrinya,” imbuhnya.

Pada Rabu pagi (14/03/2018), Lukas mengaku kehilangan uang tabungannya di rekening BRI. Tak tanggung-tanggung, nilai nominalnya pun mencapai puluhan juta Rupiah. “Kerugian sekitar Rp 39,5 juta,” ungkapnya melalui sambungan telepon kemarin Rabu.

Diketahui, sejak dua tahun lalu, Lukas yang bekerja di sebuah resor di Perak, Tanjung Malin, Malaysia mengungkapkan pembobolan itu terjadi sekitar dua hari lalu.

“Kronologinya, istri saya di Blitar mengambil uang di ATM (anjungan tunai mandiri). Saldo saat itu masih sekitar Rp 39,5 juta,” sebutnya.

Sang istri lantas pergi ke rumah orang tuanya di Trenggalek dan meninggalkan kartu ATM di rumah. Karena ramai pemberitaan soal pembobolan di BRI, ia minta adiknya mengecek saldo di ATM, Selasa sore (13/03/2018. Ternyata, uang tabungannya hanya tersisa Rp 300 ribuan. Sebelumnya, personal identification number (PIN) kartu ATM hanya diketahui istri.

Sementara itu, Lukas yang dihubungi melalui WhatsApp ke Malaysia menyatakan pegawai BRI menyambangi rumahnya di Blitar sebelum istrinya lapor ke bank.

“Istri saya mau ke Bank, tapi pihak BRI lebih dulu datang ke rumah,” ujarnya pada hari Rabu malam.

Sebelum petugas BRI menyambangi kediaman istrinya, Lukas mengatakan uangnya raib Rp 39,5 juta. Setelah BRI mengecek, rupanya yang terjadi adalah uang Lukas sudah diambil istrinya sendiri.

Mundur ke hari Senin (12/03/2018), puluhan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Ngadiluwih, Kediri, ramai-ramai memblokir rekening mereka. Belasan nasabah melaporkan berkurangnya uang di rekening mereka meski tak melakukan penarikan.

Kepanikan terjadi di kantor Cabang Pembantu BRI Unit Ngadiluwih di Jalan Raya Ngadiluwih, Senin siang kemarin. Puluhan nasabah ramai-ramai mendatangi kantor bank untuk melakukan pengecekan saldo sekaligus pemblokiran rekening.

“Baru mulai hari ini para nasabah melapor,” ungkap Kepala Kepolisian Sektor Ngadiluwih Ajun Komisaris Shokib Dimyati saat memimpin pengamanan di kantor BRI, Menurut Shokib, sedikitnya 16 nasabah telah melaporkan berkurangnya uang di rekening mereka secara misterius.

Hal itu diketahui saat hendak melakukan transaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan mendapati uang mereka telah berkurang. Rata-rata uang mereka berkurang mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Kabar raibnya uang nasabah itu dengan cepat tersiar. Tak pelak kepanikan nasabah lain di kantor Unit BRI Ngadiluwih pun terjadi. Akibatnya ruang pelayanan kantor penuh sesak oleh nasabah hingga ke teras.