Kakinya Terasa Terbakar Saat Injak Lantai Masjidil Haram, Ternyata Dulu Sering Lakukan Ini


    SURATKABAR.ID – Tak sedikit kisah mengejutkan yang terjadi saat seseorang melaksanakan ibadah haji maupun umrah. Meski kisahnya seakan tak masuk akal, namun bisa menjadi pelajaran bagi yang lain.

    Seperti yang dikisahkan oleh seorang pria yang bertugas sebagai seorang mutawif untuk memandu jamaah umrah yang datang ke Tanah Suci. Dilansir tribunnews.com dari KMonline, November 2017 lalu, kisah ini menceritakan tentang peziarah bernama Mansor (bukan nama sebenarnya).

    Mansor melaksanakan ibadah umrah pada tahun 1992 silam. Kala itu usianya masih 30 tahun, tak jauh berbeda dengan mutawif yang mendampinginya.

    Dalam cuaca dingin bulan Desember, pria asal Brunei Darussalam ini berada di Tanah Suci selama sembilan hari. Ia memiliki kesempatan untuk melihat langsung megahnya Masjidil Haram.

    Namun, sang mutawif merasa keheranan dengan gelagat Mansor ketika memasuki kawasan Masjidil Haram. Bagaimana tidak, ketika kakinya menyentuh lantai, Mansor dengan cepat langsung mengangkatnya. Ia seakan berjalan di atas duri.

    Sesekali, Mansor juga akan berhenti dan menggosok telapak kakinya. Sang mutawif menyangka, kaki Mansor tengah sakit sehingga tak nyaman digunakan berjalan.

    Namun, saat tiba di hadapan Ka’bah, perilaku Mansor makin aneh. Dia tiba-tiba membuka kain ihram yang dikenakannya. Kain tersebut langsung ia letakkan di lantai. Kemudian, ia melangkahkan kaki di atas kain ihram. Orang lain pasti menyangka bahwa apa yang dilakukan Mansor sangat aneh dan seperti anak kecil yang sibuk bermain.

    Menurut sang mutawif, cuaca hari itu sejuk. Lantainya pun terasa nyaman untuk berjalan, dinginnya pun tak terlalu terasa.

    Keanehan kembali terjadi saat melakukan tawaf. Mansor tiba-tiba berlari dengan cepat. Setelah beberapa meter, ia berhenti kemudian melemparkan kain ihram ke lantai dan menginjak-injaknya. Dia juga sempat mengusap telapak kakinya.

    Karena penasaran, sang mutawif pun memberanikan diri untuk bertanya langsung pada Mansor. Sebagai seorang yang bertanggung jawab, dia tentu berkewajiban mengetahui kondisi jamaah yang dipandunya.

    Tak disangka, pengakuan Mansor sangatlah mengejutkan. Sebab, dia ataupun jamaah lain tak ada yang merasakan apa yang dirasakan Mansor.

    “Saat telapak kakiku aku merasa seperti berjalan di atas bara api. Ini menyakitkan, panas, sakit!┬áItu benar. Demi Allah, saya tidak tahan dengan lantai Masjidil Haram. Saya membuka kain ihram untuk alas kaki. Panasnya seperti api di bawah lantai. Rasanya terbakar habis!” ujarnya.

    Karena merasa aneh dengan apa yang dirasakan Mansor, mutawif ini pun menanyakan apa yang dilakukan pria tersebut sebelum berangkat ke Tanah Suci.

    Ternyata, Mansor adalah seseorang yang hobi menghabiskan waktunya untuk berdisko dan bersenang-senang di pub. Hobi ini telah menjadi kebiasaannya di masa lalu.

    Namun, setelah mengalami peristiwa janggal di Masjidil Haram, Mansor mengaku akan meninggalkan kebiasaan lamanya dan berniat memperdalam ilmu agamanya.