Heboh Luhut Pandjaitan Kenalkan Adiknya Sebagai Calon Presiden


SURATKABAR.ID – Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menko Maritim memperkenalkan adiknya sebagai calon presiden. Sosok yang dimaksud tak lain adalah Rizal Ramli. Rupanya Luhut sudah mendengar deklarasi capres yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Sebagai bentuk dukungannya terhadap Rizal, Luhut menunjukkan support tersebut saat sedang melakukan peninjauan kegiatan KIR gratis di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Wiyung, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (08/03/2018).

Mengutip reportase JPNN.Com, Jumat (09/08/2018), di hadapan para pejabat yang hadir di acara itu, Luhut memperkenalkan Rizal sebagai capres. Tak hanya itu, Luhut juga menyebut Rizal sebagai adiknya.

“Ini (Rizal Ramli) saya kenalkan, adik saya, calon presiden,” tukas Luhut.

Tampak ikut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi serta sejumlah pejabat lokal lainnya yang turut hadir.

Mulanya Rizal berjalan agak di belakang saat menyaksikan uji KIR yang digratiskan oleh pemerintah selama sebulan ini. Namun, tak lama kemudian Luhut dan Budi Karya memanggil Rizal agar ikut mendampingi mereka. Saat itulah Rizal diperkenalkan.

Diketahui, Rizal ada di Surabaya untuk memenuhi undangan penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa kepada Dato Sri Prof Dr (HC) Tahir di Universitas Airlangga. Rizal pun lantas diajak Luhut ikut menyaksikan uji KIR.

“Ini bagus buat demokrasi, demokrasi jadi asyik,” komentar Rizal saat dimintai tanggapan setelah diperkenalkan Luhut.

Dinamika Demokrasi

Di lain pihak, sebagai tanggapan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyikapi dengan santai terkait deklarasi yang dilakukan mantan Menko Maritim Rizal Ramli sebagai calon Presiden (capres) 2019.

Melansir laporan Tribunnews.com, Politisi PPP Achmad Baidowi menuturkan apa yang dilakukan Rizal Ramli merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Menurutnya, deklarasi tersebut sah-sah saja dilakukan siapa pun.

“Biasa saja, itu bagian dari dinamika demokrasi,” kata Baidowi, dalam pesan singkatnya pada tim jurnalis, Selasa (06/03/2018) lalu.

Namun anggota Komisi II DPR RI tersebut menambahkan, Rizal Ramli harus melihat ketentuan Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

“Hanya ada ketentuan UU 7/2017, bahwa syarat pencalonan presiden adalah 20% kursi atau 25% suara hasil pemilu 2014,” ungkapnya kemudian.

Dengan begitu, tentunya pencalonan Rizal Ramli memerlukan ‘kendaraan’ alias dukungan partai politik.

Sebelumnya, mantan Menko Maritim RI Rizal Ramli telah mendeklarasikan diri sebagai capres 2019 mendatang. Deklarasi itu disampaikan di tempat tinggal pribadinya di Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan, Senin (05/03/2018).

Salah satu isu yang mendorongnya berani mendeklarasikan diri sebagai capres 2019 yaitu sikap prihatinnya terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya stagnan pada angka 5 persen saja.