Prabowo Diimbau ACTA Agar Tak Tergoda Jadi Cawapres Jokowi


SURATKABAR.ID – Habiburakhman selaku Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengimbau agar Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tak tergoda menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Joko Widodo di pemilihan presiden selanjutnya.

“Pokoknya kami minta Pak Prabowo jadi RI 1 [presiden]. Kami akan coba minta waktu beliau untuk tidak tergoda dengan jebakan RI 2 [Wakil Presiden],” ujar Habiburakhman di Jakarta, Rabu (28/02/2018). Demikian seperti dilansir dari reportase CNNIndonesia.com, Kamis (01/03/2018).

Lontaran pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas wacana duet Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Diketahui, wacana ini memang sempat muncul dalam rapat kerja nasional (Rakernas) PDIP yang baru berakhir Minggu (25/02/2018).

“Yang kami lihat rakyat inginkan Prabowo jadi presiden bukan wakil,” tukasnya.

Ada pun terkait kabar bahwa Prabowo tak ingin diajukan kembali menjadi calon presiden, Habiburakhman membantahnya. Ia menyebutkan Prabowo masih mempunyai keinginan itu saat menghadiri temu kader Gerindra di Gedung Sentul International Convention Center, pada Oktober tahun lalu.

“[Di acara itu] Pak Prabowo sama sekali tidak menolak [sebagai capres]. Pak Prabowo berkata ‘tapi jika kalian membutuhkan saya sebagai figur perjuangan, saya siap dijadikan apapun termasuk dijadikan calon presiden’,” ungkap Habiburakhman meniru kata-kata Prabowo.

Habiburakhman juga menolak bila Prabowo hanya berperan menjadi ‘king maker’ yang sekadar mencalonkan orang lain sebagai Capres di Pilpres 2019 nanti.

Ia mengatakan, Prabowo seharusnya jadi ‘raja’ atau capres ketimbang hanya menjadi king maker. Menurutnya ini wajar karena ia menilai Prabowo sudah siap menjadi Capres.

“Ya king maker itu menyesatkan. Pak Prabowo sangat cocok untuk menjadi the king, menjadi raja itu sendiri. King maker menurut saya enggak tepat. Orang dia sangat siap, kok,” papar Habibirakhman.

Sebelumnya, ACTA telah mendeklarasikan dukungannya terhadap Prabowo untuk maju sebagai capres di Pilpres 2019. Menurut ACTA, pihaknya mendukung Prabowo dengan berdasarkan tiga faktor, yang salah satunya karena Prabowo dianggap sudah siap secara mental dan psikologis untuk memimpin Indonesia 2019-2024.

“Berbagai fitnah dan tuduhan yang dialamatkan kepada beliau 20 tahun terakhir justru menjadi negarawan tangguh,” ujar Habiburakhman.

Sosok Ideal Dampingi Jokowi

Sementara itu, melansir laporan Suara.com, wacana Prabowo jadi cawapres mendampingi Jokowi juga muncul dari pernyataan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Bambang menyebutkan, Prabowo merupakan sosok yang ideal untuk mendampingi Presiden Jokowi selain Jusuf Kalla (JK).

Menurut Bamsoet yang juga merupakan politisi Partai Golkar tersebut, potensi kegaduhan politik dapat diminimalisir dan diantisipasi jika Jokowi berpasangan dengan Prabowo.

“Paling bagus buat bangsa kita supaya tidak ada lagi pertarungan tajam antara para capres yang kemudian menyisakan luka dan recovery-nya lama, maka yang ideal adalah pasangan Jokowi-Prabowo,” beber Bambang di DPR, Jakarta, Senin (26/02/2018).

Sedangkan ACTA sendiri tetap bersiteguh mendukung Prabowo untuk menjadi calon presiden, bukan calon wakil presiden.

“Kami prinsipnya mendukung Pak Prabowo. Beliau tidak bisa diintervensi. Tapi ACTA mendukung Pak Prabowo sebagai presiden, bukan sebagai wakil presiden,” tandasnya.