Penembakan Brutal di Sekolah, 17 Siswa di Florida Tewas. Pelakunya Murid yang Dikeluarkan


    Foto: Reuters

    SURATKABAR.ID – Setidaknya 17 orang tewas dalam penembakan brutal yang terjadi pada hari Rabu di sebuah SMA di Parkland, Florida. Hal ini disampaikan oleh sheriff Broward County, Scott Israel, demikian dilansir dari CNN.

    Menurut sheriff, pelaku adalah murid sekolah tersebut yang telah dikeluarkan dan sedang berada dalam pengawasan, Nikolas Cruz. Cruz dikeluarkan lantaran telah melakukan tindakan indisipliner, dan polisi menginvestigasi profil digitalnya. Polisi menemukan bahwa profilnya amat sangat “mengganggu”, namun tak dijelaskan lebih lanjut seperti apa temuan itu.

     “Ini hari yang amat sangat buruk,” ungkap sheriff Israel. “Kami memohon doa untuk kota ini. Mohon doakanlah sekolah ini, para orang tua, serta korban yang kehilangan nyawa mereka.”

    Pihak berwajib mendapat laporan penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas sebelum pukul 3 sore, dan situasi sangat kacau saat itu. Penyidik meyakini tersangka sengaja membunyikan alarm kebakaran untuk membuat semua orang keluar dari kelas, demikian menurut keterangan sumber yang merupakan petugas hukum kepada CNN. Sempat juga dikira itu adalah alarm palsu.

    17 orang termasuk pelaku dibawa ke rumah sakit, demikian menurut keterangan Dr. Evan Boyar dari Broward Health. Pelaku pun mendapat perawatan kemudian diserahkan pada polisi.

    Sheriff menyampaikan bahwa para korban meninggal adalah murid SMA dan orang dewasa. 12 korban tewas tertembak di dalam gedung sekolah, 2 korban tewas di luar gedung, 1 korban tewas di jalan dan 2 korban tewas di rumah sakit, demikian lanjut sheriff.

    Penembakan itu lantas membuat para murid dan staf lari berhamburan keluar dari gedung sekolah dengan panik. Tak lama setelah penembakan, rekaman dari afiliasi CNN, WSVN, menunjukkan beberapa orang berbaring di halaman di luar sekolah, mendapat pengobatan untuk luka-luka kemudian dipindahkan ke ambulans.

    Murid junior Kayden Hanafi mengaku ia mendengar suara tembakan dua kali dan melihat orang-orang berhamburan keluar dari gedung sekolah. Ia dan teman-teman sekelasnya lantas mengunci ruangan kelas, banyak yang mengira kalau itu suara mercon.

     “Sungguh sebuah berkah kami masih hidup,” katanya.

    Nicole Baltzer, 18, mengatakan ia sedang mengikuti kelas trigonometri sekitar 10 menit sebelum alarm kebakaran berbunyi. Ketika murid-murid keluar untuk evakuasi, ia mendengar suara tembakan sebanyak enam kali dan semua orang langsung berhamburan kembali ke dalam sekolah, ia menyampakan pada Sara Ganim dari CNN.

     “Aku mendengar sangat banyak suara tembakan, setidaknya ada enam kali. Suaranya terdengar sangat dekat,” tutur Baltzer.

    Seorang petugas polisi mengatakan padanya untuk menutup mata sambil berjalan melewati sebuah ruang kelas yang dipenuhi pecahan kaca, polisi itu mengatakan “tak ada sesuatu yang baik yang bisa dilihat di sana,” ujarnya.

    Murid junior lainnya bernama Aidan memposting foto di media sosial, yang ia ambil dari dalam kelas matematika ketika sedang bersembunyi di kelas. Ia pun kemudian meninggalkan gedung sekolah.

     “Kita sudah aman. Tuhan berkati, Amerika,” tulis cuitan Aidan setelah dievakuasi dari gedung sekolah. “Salinglah menyayangi satu sama lain. Kalian tidak pernah tahu kapan hari itu menjadi hari terakhir kalian bertemu seseorang.”

    Sebelumnya pada hari yang sama ketika terjadi penembakan, saat pagi dilakukan latihan kebakaran, sehingga membuat beberapa orang mengira bunyi alaram kebakaran waktu sore hari juga masih termasuk bagian dari latihan, demikian penuturan seorang murid kepada WSVN. “Semua orang langsung panik.”

     “Tapi kemudian langsung tersebar kabar kalau itu suara tembakan, dan bukannya kejadian lain (seperti kebakaran atau latihan kebakaran), semua orang langsung berlarian,” lanjut murid tersebut.