Video Viral Persekusi Anggota PKI di Bogor Ternyata ‘Settingan’, Polisi Ringkus 6 Pelaku


SURATKABAR.ID – Polres Bogor berhasil menciduk enam pelaku dan penyebar video persekusi terhadap seorang tunawisma yang dituduh merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di Kampung Dayeuh, Kecamatan Cileungsi pada Sabtu (10/2) sekitar dini hari.

Dilansir dari laman Jawapos.com, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky menuturkan pihaknya sudah berhasil mengamankan pelaku yang terdiri dari enam orang. Selain itu, anggota kepolisian juga akan terus berupaya mengamankan para pelaku yang main hakim sendiri.

“Kami sudah mengamankan pelaku sebanyak enam orang dan kita akan terus mengamankan yang main hakim sendiri,” tutur Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky pada Selasa (13/2), seperti yang dikutip dari laman Jawapos.com, Selasa (13/2/2018).

AKBP Andi Moch Dicky memaparkan bahwa dua orang pelaku dalam kasus ini mengemban tugas sebagai penyebar video persekusi di akun media sosial. Seorang di antaranya bertugas menghasut dan menyebutkan bahwa korban adalah penganut paham ideologi terlarang di Indonesia.

Sementara empat pelaku lainnya merupakan sosok yang terekam dalam video dan melakukan aksi kekerasan terhadap korban. “Empat orang lainnya adalah orang yang berada di TKP dan terekam pada video melakukan tindakan kekerasan,” tambah Dicky.

Tak hanya mengamankan para pelaku, Polres Bogor juga berhasil mengamabkan korban berinisial S (41), yang usai menjalani serangkaian pemeriksaan ternyata ia sama sekali tidak ada kaitannya dengan PKI. “Ternyata bahwa settingan tersebut adalah karangan dari si penyebar hoax itu sendiri,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, korban S merupakan seorang tunawisma yang terbukti mengalami gangguan kejiwaan. Selain itu terbukti juga bahwa korban bukan warga asal Bogor, melainkan datang dari daerah Pemalang.

“Oleh karena itu, korban akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan dilakukan pemeriksaan kejiwaan,” tutur Kapolres Bogor tersebut.

Bercermin dari kasus tersebut, Dicky berharap agar masyarakat luas tidak dengan mudah terprovokasi dan main hakim sendiri. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan, disarankan untuk segera melaporkannya ke aparat setempat.

Lebih lanjut ditegaskan, bagi para penyebar isu SARA dan kebencian, serta pencemaran nama baik di media sosial akan diganjar hukuman tegas. Seperti tercantum dalam Undang-Undang ITE, pelaku akan diancam hukuman lebih daari lima tahun kurungan penjara.

“Saya imbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Ada pepatah mengatakan mulutmu harimaumu, untuk media sosial sendiri, jempol atau jarimu adalah harimaumu,” pungkas Dicky.

Masyarakat sebelumnya dibikin heboh dengan beredarnya sebuah video dan foto yang menunjukkan penangkapan seorang pria terduga pengikut paham ideologi komunis. Dalam rekaman tampak korban mendapatkan perlakuan yang kasar ditambah dengan pelecehan, kekerasan dan aksi bully oleh sejumlah warga di Cileungsi, Kabupaten Bogor.